[PIKIR] Pola Pengasuhan Anak di Masa Kini
By: Date: February 25, 2018 Categories: Uncategorized

Perubahan & Tantangan Jaman

Dunia yg kita hidupi ini senantiasa berubah menurut masa ke masa. Beragam penemuan ilmu pengetahuan sudah menciptakan kemajuan teknologi yg memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal, mulai menurut indera transportasi sampai sumber fakta maupun perangkat komunikasi.Misalnya, bila dahulu manusia mengandalkan surat menyurat melalui pos buat berkomunikasi jeda jauh dengan seseorang, kini mereka bisa melakukannya dengan berkomunikasi langsung melalui telepon atau menuliskannya pada surat elektro atau e-mail. Jika dahulu insan memakai hewan-fauna sebagai alat bantu buat mempermudah transportasi, sekarang, sehabis inovasi mesin dan bahan bakar, manusia dapat menempuh perjalanan dengan kendaraan beroda empat, motor bahkan pesawat terbang.

Dunia semakin sophisticated. Segalanya serba mudah & cepat. Tak perlu berlama-lama

menunggu pak pos datang mengantarkan surat yang sudah satu minggu sebelumnya ditulis oleh kerabat kita. Dengan teknologi internet, mengirim surat dapat dilakukan dengan hanya beberapa detik saja. Untuk menyegarkan diri menggunakan menonton sebuah pertunjukan, tak perlu pula kita bersusah payah pulang ke gedung teater. Di rumah, kita sanggup duduk lezat menonton tayangan televisi. Bahkan, dengan perkembangan gadget misalnya ketika ini, anak-anak hanya cukup duduk dan memainkan permainan selera mereka pada sebuah kotak kecil bernama ?Tablet? Atau smartphone.

Perubahan dalam teknologi dan peradaban manusia tentunya menyebabkan perubahan pola pikir dalam manusia secara individu maupun di dalam keluarga. Jika dahulu para orang tua dipercaya sebagai yang paling mengetahui dan anak menjadi pihak yang harus mendengarkan dan melaksanakan apapun yg dikatakan orang tua, maka pada masa kini , keadaannya sudah tidak sama. Informasi sanggup didapatkan pada mana saja, dalam berbagai media misalnya majalah, koran, televisi, radio hingga internet. Dengan majemuk media tadi, anak mampu menerima pengetahuan menurut asal selain orang tua mereka.

Derasnya arus informasi dari luar membawa beberapa perubahan dalam pola pengasuhan pada pada famili, sehingga orang tua dituntut buat menyeimbangkan perubahan-perubahan tersebut. Pola asuh di jaman dahulu, yg terkenal dengan gaya disiplin & kaku, tidak lagi berlaku di jaman sekarang yg serba cepat dan terbuka. Alih-alih menjadi manusia berkualitas dan bertanggung jawab, anak kita justru berada di bawah ancaman kenakalan remaja atau kurang rasa percaya diri jika diberi pola pengasuhan yang kaku & keras.

Oleh karena itu, bagaimana menyikapi perubahan jaman, dikaitkan menggunakan interaksi antara pola asuh pada dalam famili dengan perkembangan karakter anak akan sebagai fokus pembahasan pada pada artikel ini.

Sumber : http://tkalirsyad.blogspot.com/2011/02/seperti-apa-sih-pola-asuh-yang-benar.html

Pola asuh orang tua

Diana Blumberg Baumrind, seseorang pakar psikologi & perkembangan anak pada New York, Amerika Serikat menyelidiki hubungan antara pola asuh yg diterapkan orang tua menggunakan perkembangan karakter anak-anaknya.Penelitian yg dilakukan dalam tahun 1971berhasil menyimpulkan empat jenis pola pengasuhan anak pada dalam keluarga, diantaranya :

(1) Permissive Indulgent Parenting Style

Pola asuh seperti ini dilakukan sang orang tua yang selalu memenuhi cita-cita anak-anaknya, tetapi tanpa disertai adanya pengendalian.Kehangatan kasih sayang orang tua diberikan kepada anak secara hiperbola, bahkan saat anak melakukan kesalahan, orang tua tidak memberi teguran.

Anak yg diasuh dengan pola misalnya ini akan sebagai pribadi yang manja, mudah menyerah apabila menemui kesulitan, serta mengutamakan kepentingan dirinya sendiri.

Bila dikaitkan dengan perkembangan global saat ini, anak yg terbentuk berdasarkan pola pengasuhan di atas kemungkinan akan mengalami kesulitan. Misalnya, ketika semua orang berlomba-lomba berjuang mencari pekerjaan yg layak, anak menggunakan karakter manja & mudah menyerah akan berada dalam posisi paling belakang. Lantaran dia lebih mementingkan diri sendiri, apa yang beliau pikirkan bukanlah bagaimana mengatasi perjuangan hayati, tetapi kenikmatan bagi dirinya semata.

(2) Permissive Uninvolved Parenting Style

Berbeda sedikit dengan pola di atas, pola Permissive Uninvolved tidak disertai dengan kehangatan kasih sayang. Anak diberikan segala hal yang diinginkan, namun tidak disertai kehangatan kasih sayang maupun perhatian dari orang tua. Dalam hal ini orang tua hanya mencukupi kebutuhan anak dari segi materi saja, misal : uang, pakaian, mainan atau gadget yang canggih.

Anak yg dibesarkan menggunakan pola asuh ini akan tumbuh menjadi anak menggunakan perasaan minder, tak berharga lantaran nir diperhatikan. Tak jarang jua anak dengan pola asuh misalnya ini jatuh dalam jebakan kenakalan remaja dan narkoba.

Orang yg nir menghargai dirinya sendiri akan menganggap segala aspek pada pada dirinya menjadi sesuatu yang negatif. Maka, dikaitkan dengan perkembangan dunia waktu ini, tentu orang dengan karakter misalnya ini juga akan tertinggal jauh menghadapi persaingan ketat kehidupan. Rasa tidak percaya diri akan mengungkung dirinya dari perjuangan menghadapi kerasnya kehidupan. Ia akan selalu merasa tidak bisa dibandingkan orang lain.

(3) Authoritarian Parenting Style

Pola asuh otoriter adalah pola asuh yg diterapkan orang tua yang senantiasa memaksakan kehendak dan pemikirannya pada anak-anaknya, tanpa diberi kesempatan buat mengemukakan pendapat. Bila anak-anak melakukan kesalahan, senantiasa diberi hukuman. Kesalahan yg disengaja juga tidak disengaja selalu diganjar menggunakan hukuman, tanpa ada pembahasan tentang kesalahan yg dilakukan.

Anak yang diasuh menggunakan pola seperti ini akan sebagai pribadi yg menjalankan segala sesuatu bukan lantaran keinginannya, namun karena takut pada asumsi orang lain, atau takut dalam hukuman. Seringkali anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter sebagai pribadi yg nir percaya diri & nir memiliki konsentrasi yg baik dalam belajar.

Apabila dikaitkan dengan perkembangan jaman, orang yg senantiasa takut dalam anggapan orang lain akan selalu berada di bawah bayang-bayang orang lain. Ia tidak mampu menjadi pemimpin, dan selama hidupnya

(4) Authoritative Parenting Style

Pola asuh Authoritative adalah pola asuh yg memberi ruang pada kebebasan berpendapat pada anak. Dibandingkan dengan pola asuh authoritarian yang mengedepankan posisi hirarki antara orang tua dan anak, sebaliknya, pola asuh authoritative mengutamakan posisi yg egaliter antara orang tua dan anak. Anak diberi kesempatan buat mengekspresikan diri, sekaligus diberi bimbingan tentang nilai dan norma-norma. Hukuman & hibah (reward and punishment) berlaku di pada pola pengasuhan ini, disertai penjelasan berdasarkan apa yang sudah dilakukan sang anak.

Anak menggunakan pola asuh misalnya ini tumbuh sebagai anak mandiri dan percaya diri. Ia juga memiliki rasa solidaritas yg tinggi terhadap sesamanya.

Jika dikaitkan menggunakan perkembangan ketika ini, anak menggunakan pola pengasuhan ini bisa bertahan pada ketatnya persaingan, karena memiliki agama diri yang tinggi. Berkat kemandiriannya, dia mampu melesat dalam karir juga tujuan hidupnya, lantaran dia tidak perlu bergantung dalam pertolongan orang lain.

Banyak faktor berperan pada pembentukan karakter anak. Salah satunya, merupakan pola pengasuhan orang tua.Oleh karenanya, ayah & mak perlu memilih pola asuh yg paling baik bagi pembentukan karakter anak, terutama karakter yg andal pada menghadapi tantangan jaman. Pertanyaan bagi para orang tua kini , pola asuh manakah yang paling efektif pada membentuk karakter anak yg bisa menghadapi perkembangan jaman?

Sumber : http://www.balitasehat.net/artikel/Psikologi/Balita/10.pola.asuh.untuk.anak.cerdas/001/007/1080/1

Pola asuh & karakter yg tangguh menghadapi tantangan jaman

 Mari kita tengok sebentar karakter apa saja yg dimiliki para tokoh yang sukses di jaman kini . Sebutlah alm. Steve Jobs menggunakan produk Apple-nya,atau Michael Jordan, sang pemain basket angka satu pada Amerika. Tak ketinggalan jua J.K. Rowling, penulis buku Harry Potter yg populer. Dapat dikatakan, mereka adalah orang-orang yg sukses mengatasi tantangan dan melaluinya menggunakan baik.

Kunci primer kesuksesan orang-orang tadi keliru satunya terletak pada rasa percaya diri serta upaya yang gigih buat mencapai tujuannya. Contohnya, Michael Jordan, sempat tak dipilih bermain sang timnya pada pertandingan bergengsi di negerinya. Tetapi, berkat kegigihan & upaya tanpa kenal lelah, ia berhasil mengambarkan dalam oleh pelatih bahwa ia dapat diandalkan. Begitu juga Steve Jobs, berkat keyakinan & kreativitas yg tinggi, beliau membawa personal komputer Apple yang awalnya hampir bangkrut, ke posisi atas penjualan personal komputer global.

Percaya diri, mandiri, tak kenal menyerah adalah karakter-karakter yg diharapkan seseorang untuk menghadapi kerasnya tantangan kehidupan kapanpun dan dimanapun. Semua itu tidak ada begitu saja pada diri seorang, melainkan sebuah pembiasaan semenjak kecil. Lagi-lagi, pola asuh yang tepat turut ambil bagian pada pembiasaan & penanaman karakter sejak dini.

Penutup

Berbagai pola asuh serta karakter yang mungkin terbentuk dari pola asuh tertentu telah dijabarkan. Jenis karakter yang kiranya mampu menghadapi tantangan jaman  telah diulas. Maka kini, saatnya bagi para orang tua untuk menentukan, pola asuh mana yang kiranya dapat menghasilkan karakter anak yang mampu menghadapi tantangan jaman.

Kunci keberhasilan pengasuhan jua terletak dalam konsistensi ayah dan ibu pada tempat tinggal pada menjalankan pola pengasuhan yg sudah disepakati. Sebaiknya jangan berganti-ganti pola pengasuhan, lantaran hal ini akan menyebabkan kebingungan pada anak. Contohnya, di hari eksklusif, ayah & ibu memberi kesempatan pada anak buat menyampaikan pendapat atas sesuatu hal, namun pada hari lain, ayah dan bunda tidak memberikan kesempatan tadi. Tentu hal ini akan mengakibatkan rasa resah, sedih, dan merasa tak dihargai pada anak.

Akhir kata, pilihan untuk menggunakan pola pengasuhan manapun terletak di tangan ayah dan ibu sendiri. Para orang tua tentu bisa memilih berbagai macam jenis pola pengasuhan untuk anak. Hendaknya, pilihan pola asuh tersebut sebaiknya disesuaikan berdasar karakter dasar dari anak. Apapun pilihan pola asuhnya, kita juga harus ingat, bahwa ini semua dilakukan demi masa depan sang anak. Karena anak semata-mata adalah titipan Tuhan dan kita tak mungkin selalu ada dan melindungi anak-anak kita di masa yang akan datang.

(Navita Kristi Astuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *