[RUMAH KAIL] SELUK BELUK PERAWATAN RUMAH DAN KEBUN KAIL
By: Date: March 15, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Didit Indriati

Rumah Kail adalah pusat kegiatan rutin Perkumpulan Kuncup Padang Ilalang. Rumah ini juga diperuntukkan sebagai tempat belajar dan berbagi pengalaman para aktivis maupun warga sekitar. Ia juga sekaligus merupakan sebuah rumah bersama yang mengemban visi  “Terwujudnya dinamika kehidupan masyarakat dan seluruh ciptaan yang adil dan setara”. Sebagai salah satu perwujudan visi tersebut, KAIL menekankan seluruh kegiatannya pada prinsip sumberdaya alam berkelanjutan, yaitu mengelola dan memanfaatkan alam sebagai instrumen, tanpa mengubah atau mengeksploitasi alam itu sendiri.

Dengan berpegang pada prinsip tersebut, Rumah Kail dibangun dengan menggunakan material alami, seperti: batu, kayu, dan tanah liat yang merupakan bahan genting.  Rumah Kail juga memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai material rumahnya, dengan tujuan memperpanjang usia penggunaan suatu bahan. Rumah Kail didesain dengan konstruksi limasan, langgam Jawa yang sederhana dengan ruang tengah yang cukup luas yang diperuntukkan sebagai ruang pertemuan, teras depan dan belakang yang luas serta lantai bawah yang berfungsi sebagai ruang pertemuan, dapur, kantor serta ruang makan. Terletak pada ketinggian perbukitan Cigarugak, Rumah Kail cukup aman dari banjir, kebisingan kota serta bahaya-bahaya yang umum dihadapi perumahan perkotaaan.

Rumah Kail seperti rumah tradisional pada umumnya harus selalu dirawat agar bersih dan nyaman, serta bebas dari penyakit, siap untuk digunakan sesuai fungsinya dan dapat berumur panjang. Perawatan Rumah Kail berkaitan dengan jenis bahan dan tata cara penggunaannya.  Perawatan Rumah KAIL juga tergantung kepada masalah yang muncul, antara lain, kebocoran atap akibat pergeseran genting pada saat hujan besar, kelembapan yang tinggi akibat air tanah yang merembes. Munculnya rayap, semut dan tikus juga menjadi masalah dalam menjalankan aktivitas di Rumah KAIL.

Sehubungan dengan prinsip keberlanjutan sumber daya alam yg diusung oleh KAIL pada menjalankan kegiatannya, maka langkah-langkah perawatan tempat tinggal & kebun KAIL hendaknya selaras menggunakan alam. Oleh karenanya, ayo kita simak aneka macam langkah perawatan rumah dan kebun KAIL ini dia.

Alat & Bahan Pembersih Rumah yang ramah lingkungan

Alat pembersih yang digunakan di Rumah KAIL sebisa mungkin menggunakan material yang alami, seperti sapu ijuk untuk menyapu lantai, kemoceng dari bulu ayam, sabut kelapa atau gambas yang dikeringkan untuk mencuci piring. Sedangkan  untuk sabun cuci piring , Rumah Kail menggunakan buah lerak. Lerak sebuah tanaman khas Indonesia yang sejak dulu dikenal sebagai bahan pencuci alami.  Caranya adalah buah lerak direbus dalam air sampai berbusa.

Sabut kelapa untuk menggosok peralatan makan saat dicuci

Lerak

Apabila KAIL mengadakan aktivitas, kami membiasakan peserta untuk mencuci alat-alat makan sendiri menggunakan cara mencuci pada wadah baskom. KAIL sesedikit mungkin menggunakan sikat berbahan plastik, lantaran waktu alat-indera tersebut nir dipakai lagi, dia akan terbuang ke alam & nir dapat diuraikan sang alam.

Sapu lidi

Sapu ijuk

KAIL berusaha mengurangi penggunaan bahan pembersih yg nir ramah lingkungan. Sebagaimana kita ketahui, bahan pembersih yg terbuat menurut kimia, mengandung pestisida yg dapat mematikan hama, tetapi pada ketika bersamaan turut mematikan organisme baik yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan alam. Klorin yg digunakan untuk memutihkan lantai membahayakan manusia karena dapat mengakibatkan iritasi pada kulit & mata insan. Bahan SLS (Sodium Laureth Sulfate) pada cairan pembersih bisa meracuni tanah & air, dan mematikan organisme air. Cresylic Acid yg seringkali dianggap menjadi bahan aktif pembasmi kuman, berpotensi menyebabkan penyakit kanker pada manusia.

Oleh karena itu, untuk bahan pembersih yang digunakan sebisa mungkin terdiri dari bahan alami dengan memperhatikan jenis materialnya. Misalnya untuk membersihkan kerak-kerak atau kotoran di kamar mandi, staff KAIL menggunakan soda kue. Untuk perawatan lantai atau dinding yang terbuat dari kayu, KAIL menggunakan daging kelapa yang sudah tua, dengan cara diparut kemudian digosok-gosokkan ke lantai kayu. Perawatan rutin secara berkala akan membuat lantai kayu menjadi mengkilap.

Proses menggosok lantai kayu dengan kelapa parut

Perbedaan permukaan lantai kayu sebelum digosok dan sesudah digosok kelapa parut

Untuk mencuci pakaian, pakaian direndam dahulu tanpa sabun. Air rendaman pertama disiramkan ke bed tanaman di kebun KAIL. Kemudian air rendaman kedua diberi deterjen dan dibilas dua kali dengan air bersih sampai busa hilang.

Sisa air cucian yang mengandung sabun dialirkan ke dalam kebun setelah air yg mengandung busa sabun dijernihkan terlebih dahulu melalui saluran pembuangan yang ditanami menggunakan tanaman air. Tanaman-tumbuhan air ini akan menyerap zat kimia & zat hara menurut sabun & deterjen, lalu menyimpannya ke pada btg & daun-daun mereka.

Bahan Penghalau Hama pada Rumah KAIL

Rayap dan semut merupakan faktor umum rumah pedesaan yang bisa segera diatasi  dengan tidak menumpuk sampah serta rutinitas pengamatan elemen-elemen kayu di Rumah Kail. Jika terdapat sarang semut atau rayap harus segera diatasi sebelum jauh menggerogoti masuk kedalam kayu. Beberapa cara yang sudah dilakukan untuk membasmi serangga-serangga hama di sekitar rumah KAIL antara lain: menggunakan semprotan minyak tanah dan cairan daun tembakau untuk menghalau rayap agar tidak bersarang di dalam kayu. Di rumah KAIL juga tersedia minyak sereh untuk dioleskan di kulit, agar para pengunjung Rumah KAIL terhindar dari gigitan nyamuk.

Pemberlakuan peraturan Selaras Alam di Rumah KAIL

Ada beberapa aturan untuk tamu dan juga untuk para relawan atau aktivis yang berkunjung ke Rumah KAIL. Yaitu tidak meninggalkan sampah atau material yang tak dapat diurai di alam, membawa tumbler (wadah minum) atau kotak makanan dan tidak merokok di lingkungan Rumah KAIL. Semua itu berasal dari komitmen sumber daya alam berkelanjutan di Rumah KAIL.

Dalam kegiatan yang melibatkan lebih berdasarkan 10 orang, KAIL sering menyediakan konsumsi yang sedapat mungkin didapat menurut output kebun KAIL. KAIL memberlakukan sistem pencucian indera-alat makan dengan baskom-baskom air. Baskom pertama (tanpa air) untuk membuang sisa-residu makanan, baskom ke 2 berisi air tanpa sabun digunakan buat membilas alat-alat makan, baskom ketiga berisi air sabun yg dipakai untuk menghilangkan residu-residu kuliner yang sulit dibersihkan dengan air, baskom keempat berisi air higienis buat membilas piring berdasarkan sabun. Dengan cara ini, KAIL melakukan penghematan penggunaan air & mencegah terbuangnya banyak sabun untuk membersihkan alat-alat makan.

Perawatan Kebun KAIL selaras alam

Kebun KAIL terdiri dari tumbuhan-tanaman pangan yg bisa dikonsumsi dan sejumlah pepohonan peneduh yang berfungsi menjadi peredam angin menurut lembah. Kebun KAIL diolah menggunakan prinsip permakultur dengan tujuan mencapai keselarasan menggunakan aturan-aturan alam. Oleh karenanya, perawatan kebun KAIL hendaknya menyesuaikan menggunakan aturan alam tersebut dengan mendayagunakan material yang didapatkan menurut alam itu sendiri. Untuk melindungi tanah menurut penguapan akibat terik sinar matahari, KAIL meletakkan serasah dedaunan kemarau (mulsa) pada atas bed flora. Di beberapa bed tanaman , kami membuat ?Tempat tinggal cacing? Tempat meletakkan material organis berupa sisa makanan menggunakan tujuan memberikan tambahan material yg diperlukan bagi organisme tanah.

Di kebun KAIL terdapat marmot dan bebek yang kotorannya digunakan sebagai pupuk alami bagi tanaman-tanaman di kebun KAIL. Telur bebek yang dihasilkan sudah sering jadi menu di kegiatan-kegiatan KAIL. Buah-buahan serta sayuran dari Kebun KAIL juga merupakan sumber makanan yang sering dimanfaatkan dalam beberapa kegiatan Rumah KAIL. Kita memperoleh keuntungan dari hasil  alam dan kita mengembalikannya kepada alam dengan turut menjaga keselarasan alam. Rumah KAIL merupakan sebuah cita-cita penting yang diwujudkan  dengan sederhana melalui berbagai kegiatan. Cita-cita sumberdaya alam berkelanjutan yang tercermin dalam tindakan keseharian antara lain cara hidup, cara bertindak, cara bersosial, semuanya diharapkan dapat  terlihat dari semangat yang dipelihara oleh Rumah dan Kebun KAIL. Kami ingin membangun suatu dunia yang menjadi milik bersama, bahkan menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi anak cucu kita kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *