[EDITORIAL] PRO:AKTIF ONLINE NO. 24/DESEMBER 2019
By: Date: March 25, 2018 Categories: Uncategorized

Salam transformasi!

Di penghujung tahun 2019 ini, Pro:aktif Online kembali hadir di tengah-tengah Anda. Sejalan dengan momen akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020, Pro:aktif mengajak pembaca sekalian untuk merenungkan kembali keterlibatan kita masing-masing dalam perubahan dunia serta secara khusus menggali kembali isu kesadaran diri dan kemandirian di dalamnya. Renungan tersebut dapat kita refleksikan bersama dengan membaca artikel-artikel pada edisi no. 24/Desember 2019 ini, dengan tema “Self Awareness, Kemandirian dan Perubahan Dunia”.

Berikut ini sekelumit gambaran artikel pada edisi no 24/Desember 2019 ini. Rubrik PIKIR yang ditulis oleh Umbu Justin, menawarkan sebuah perjalanan atas dinamika pemaknaan menjadi manusia dalam sebuah peradaban sejak jaman prasejarah sampai dengan era digital saat ini, apa artinya menjadi manusia di saat industri memetakan manusia sebagai informasi dan mengolahnya melalui algoritma bernama artificial intelligence?

Dalam rubrik MASALAH KITA, Any Sulistyowati akan mengajak kita untuk memperluas kesadaran diri dengan menelusuri piramida kebutuhan Maslow. Salah satu yang disorot oleh penulis adalah bahwa mungkin ketidaknyamanan kita selama ini karena cara kita memenuhi kebutuhan hidup belum tepat.

Pada Rubrik OPINI yang dibawakan Anthony Dalimarta, mengulas persoalan yang dihadapi aktivis, terlebih di zaman modern yang idealnya tiap individu memiliki kesadaran tinggi tentang persekusi, namun ternyata tetap rentan terkena persekusi secara sporadis. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menemukan dan mengenali diri sendiri.

Anastasia Levianti membawakan rubrik TIPS tentang berbagai jenis konflik yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengurai konflik yang terjadi, diperlukan langkah-langkah berbasis self awareness terhadap situasi konflik tersebut.

Pada rubrik MEDIA, Jeremia Bonifasius Manurung mengungkapkan tentang tren baru media saat ini, yang disebut sebagai New Media. Jika di jaman old media, dibutuhkan banyak wartawan untuk menggali berita. Di jaman New Media, hanya dibutuhkan segelintir orang dengan kemampuan IT di atas rata-rata untuk memonopoli sebuah informasi dan menggunakannya untuk suatu tujuan tertentu.

Pada rubrik JALAN-JALAN, Ombri Kaho memaparkan tentang tradisi masyarakat Belu yang turut membentuk kemandirian dan kesadaran diri pada masyarakat Belu.

Rubrik PROFIL kali ini mengangkat kisah sepak terjang Ceu Nden dalam membantu orang-orang memperluas kesadaran diri melalui program-program yang digagas oleh Initiatives of Changes (IoC), sebagaimana dituliskan oleh Lindawati Sumpena.

Pada rubrik RUMAH KAIL, Deta Ratna Kristanti menuturkan mengenai jatuh bangun KAIL dalam menerapkan kemandirian di setiap kegiatan di KAIL. Sesungguhnya telah banyak ide kemandirian yang lahir dari kesadaran akan pentingnya kemandirian. Namun, tak sedikit pula tantangan dihadapi KAIL dalam mewujudkan ide-ide tersebut.

Akhir kata, keseluruhan artikel yang diusung dalam edisi no.24/Desember 2019 ini, diharapkan dapat menginspirasi pembaca dalam hal (1) Sejauh mana diri kita menyadari potensi dan kemandirian di dalam diri, (2) Sejauh mana kemandirian tersebut telah kita sumbangkan kepada perubahan dunia yang selaras alam dan sesama?

Selamat tinggal 2019, selamat datang 2020!

Tim editor:

Ari Ujianto

David Ardes Setiady

Navita Kristi Astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *