[PROFIL] Usia Bukan Penghalang Untuk Menjadi Relawan
By: Date: April 17, 2018 Categories: Uncategorized

Meski usia telah kepala empat, tepatnya 43 tahun, bukan sebagai penghalang buat seseorang Tini MF sebagai relawan di mana-mana.

Kenapa pada mana-mana?

Ya, karena setiap kali kegiatan komunitas-komunitas di Bandung yang mengusung isu lingkungan, anak, pendidikan dan sosial hampir dapat dipastikan, akan bertemu dengan beliau. Beliau adalah relawan di YPBB (Yayasan Pengembangan Bioteknologi dan Biosains), KSK (Komunitas Sahabat Kota), Kail (Kuncup Padang Ilalang), Bandung Berkebun,  GSSI (Garage Sale Sekolah Ibu), Madrasah Nurul Iman dan kegiatan PKK di sekitar rumah. Belum lagi aktivitas rutinnya mengajar di salah satu bimbingan belajar.

Layaklah Tini disebut seseorang aktivis. Menurut beliau, aktivis merupakan seorang yg merelakan sebagian waktunya buat orang lain, tanpa berharap buat dibayar. Aktivis merupakan seorang dengan visi yg jelas. Hal itu terbukti dengan aktivitas Tini yg menekuni dunia relawan selama empat tahun belakangan ini. Sampai-hingga anak sulungnya, Aghnie Hasya Rif sudah turut dan menjadi agen perubahan mulai berdasarkan tingkat SMP hingga kini .

Kenapa mak 2 anak ini mau meluangkan saat dan tenaganya, bahkan sering juga merogoh kocek sendiri buat sebagai relawan? Apa yg melatarbelakanginya ? Mari kita telusuri perjalanan Tini menjadi relawan pada beberapa komunitas dan forum berikut.

Sejak dahulu, Tini senang menggunakan global anak-anak. Bungsu dari tujuh bersaudara ini memiliki pengalaman masa mini yang kurang mengasyikkan. Masih membekas pada ingatannya, waktu nir boleh keluar tempat tinggal untuk bermain dengan sahabat sebaya. Tini mini hanya melihat kegiatan anak-anak pada sekitarnya berdasarkan dalam tempat tinggal yang dibatasi sang pagar. Alasan orang tuanya menahan Tini pada tempat tinggal adalah, lingkungan kurang lebih rumah tidak terlalu baik buat mendukung perkembangannya sebagai seseorang anak kecil. Akhirnya Tini terpaksa berdiam pada dalam rumah dengan aktivitas seadanya.

Lantaran tidak punya adik, masa remaja Tini dilewatinya dengan bermain bersama keponakan-keponakan, sambil mengasuh mereka. Sebagai seorang remaja, Tini mulai berinteraksi dengan anak-anak lain saat Tini mengajar privat. Padahal waktu itu Tini masih duduk pada bangku SMA kelas 1.

Berkaca berdasarkan pengalaman masa kecil tersebut, akhirnya saat kuliah Tini bergabung dengan komunitas masjid Salman yang mengadakan aktivitas dampingan anak-anak. Kesukaannya dengan global anak terus diasah dan disalurkan dengan menjadi relawan pada KSK (Komunitas Sahabat Kota). Tini nir pernah bosan buat mencari dan belajar mengenai apa saja yg menjadi kebutuhan global anak.

Untuk menambah wawasan diri, Tini sering ikut pelatihan yang diadakan oleh komunitas atau lembaga lain. Tak jarang akhirnya menjadi relawan di komunitas atau lembaga tersebut. Salah satu contohnya saat mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri yang diselenggarakan oleh Tim Kail pada bulan Juni 2011. Setelah itu Tini merasakan jadi relawan di beberapa kegiatan Kail. Sempat pula menjadi bagian dari tim trainer pelatihan zero waste lifestyle YPBB, meski akhirnya tidak dilanjutkan.

Panggilan hayati Tini merupakan global anak-anak & pendidikan. Sampai saat ini Tini & suami membuka bimbingan belajar untuk murid Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Di sela-sela kesibukannya, beliau permanen mendampingi bunda-mak PKK dalam membina pendidikan dasar bagi usia dini, menjadi kepala sekolah pada Madrasah Nurul Iman tanpa dibayar dan memanfaatkan huma hijau yang ada pada sekitar rumah buat menanam.

Ada hal menarik berdasarkan kehidupan sehari-hari seseorang Tini. Meskipun orang tua Tini telah meninggal dunia semenjak dia remaja, akan tetapi pengalaman manisnya beserta mereka, termasuk tidur bersama orang tuanya nir pernah tanggal dari ingatan Tini. Sampai saat ini pun, Tini nir pernah & nir mampu tidur sendirian. Selalu ada suami & anak-anak yg senantiasa menemaninya tidur, termasuk mendukung Tini pada setiap aktivitasnya.

(Melly Amalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *