Editorial Pro:aktif Online – edisi Desember 2016
By: Date: May 15, 2018 Categories: Uncategorized

Tak terasa putaran saat kini beranjak ke penghujung tahun 2016.

Pada akhir tahun ini, Pro:aktif Online kembali hadir menggunakan tema ?Budaya Membaca Buku?

Membaca adalah sebuah aktivitas penting & utama pada dalam kehidupan manusia. Dengan membaca, seorang mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Membaca adalah jendela menuju global dan wawasan yang luas. Demikian pentingnya membaca sehingga sanggup mendongkrak kualitas hayati manusia & kesejahteraan suatu masyarakat.

Dalam edisi kali ini, budaya membaca telah dipotret berdasarkan aneka macam sudut pandang sang para kontributor penulis Pro:aktif Online, dimulai berdasarkan rubrik Pikir yg dibawakan oleh Sofie Dewayani. Artikel yg dibawakannya mengajak pembaca buat menyelami dan memahami konduite dan pilihan-pilihan generasi masa kini yang melek teknologi digital. Dengan pemahaman baru tersebut, pembaca diajak buat menyikapi secara bijak perkembangan teknologi yg ada, serta mencari cara yg strategis agar norma membaca nir tergerus oleh perkembangan teknologi tadi.

Rubrik Opini disajikan sang Umbu, yang dengan indahnya memaparkan dunia yang membaca. Alam semesta terdiri dari insiden membaca yang tidak pernah usai, dimulai menurut pembacaan semesta terhadap awal mula dunia pada insting ?Membaca? Pada manusia purba sampai terciptanya simbol-simbol yang sekarang digunakan sang warga modern pada membaca. Secara menarik, Umbu mengajak pembaca buat meninjau kembali budaya membaca dalam hubungannya menggunakan pola berpikir kritis. Ia menyandingkan membaca yang dilakukan Alice pada kisah ?Alice in Wonderland? Dengan membaca yang dilakukan Pinocchio, oleh boneka kayu yang akhirnya menjadi insan.

Rubrik Masalah Kita dibawakan sang Kukuh Samudera. Ia memaparkan tentang kebiasaan membaca buku di kalangan aktivis. Kukuh mengantarkan pembaca pada pengalaman para aktivis pada mengakses kitab , yg dikaitkan menggunakan peran mereka di tempat karya masing-masing.

Rubrik Jalan-Jalan dibawakan sang Yosepin Sri Ningsih, mengisahkan mengenai Perahu Pustaka Pattingaloang, sebuah perpustakaan yang dibangun di atas sebuah bahtera layar dengan misi menjangkau wilayah-daerah terpencil untuk menaikkan minat membaca masyarakat, terutama warga pada Indonesia bagian timur.

Rubrik Media ditulis sang Tabrani Yunis, direktur Center for Community Development and Education (CCDE) pada Aceh, menuturkan tentang majalah POTRET yang merupakan majalah bagi aktivis & kaum wanita pada Aceh.

Rubrik Profil diisi dengan dua artikel, pertama, tentang Perpustakaan Jalanan yang ditulis sendiri oleh pendirinya, Senartogok, yg mengisahkan jatuh bangun perjuangan mereka menyuarakan gema literasi di jalanan. Artikel ke 2 adalah profil mengenai seseorang penulis bacaan anak, Eugenia Rakhma, yg mengisahkan pengalaman pada menulis bacaan yang bisa memikat hati anak-anak yang membacanya.

Rubrik Tips dibawakan sang Any Sulistyowati yang menuliskan kiat-kiat menaikkan budaya membaca kitab di kalangan aktivis dan tips untuk mengakses buku yg sesuai dengan bidang minat masing-masing.

Akhir istilah, semoga menggunakan penerbitan edisi ?Budaya Membaca Buku? Ini dapat berguna bagi peningkatan minat baca di kalangan aktivis. Mari kita refleksikan pulang makna membaca bagi diri kita masing-masing.

Selamat membaca dengan penuh makna!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *