[TIPS] MEMBANGUN RUMAH IMPIAN
By: Date: May 27, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Any Sulistyowati [1]

Rumah merupakan keliru satu kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi supaya manusia dapat menikmati hidup yg berkualitas. Saat ini, kebutuhan akan rumah bisa dipenuhi melalui beberapa cara. Cara pertama adalah dengan membeli tempat tinggal di perumahan yang dipasarkan sang para pengembang. Cara ke 2 merupakan menggunakan membangun tempat tinggal sendiri. Untuk menciptakan rumah sendiri, kita dapat memakai jasa arsitek atau menggunakan kreasi sendiri. Cara ketiga merupakan dengan membeli tempat tinggal berdasarkan pemilik sebelumnya. Jika enggan atau belum bisa membeli rumah sendiri, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal dapat dilakukan menggunakan menyewa.

Masalah terbesar dalam pemenuhan kebutuhan ini adalah porto yg akbar. Mahalnya harga tempat tinggal tidak lepas dari biaya produksi yang diperlukan untuk membuat tempat tinggal tersebut. Biaya tadi antara lain meliputi porto energi kerja & bahan-bahan bangunan yg diharapkan buat membuat tempat tinggal . Selain itu porto rumah jua mencakup porto pembelian tanah yg sebagai lokasi pembangunan rumah tadi.

Besarnya porto pengadaan tempat tinggal sering menciptakan kita ketar-ketir. Terlebih lagi bagi kita menggunakan kocek pas-pasan. Bisakah kita mempunyai rumah sendiri? Bagaimana caranya?

Berikut ini merupakan beberapa langkah yang mungkin berguna buat diikuti buat menerima Rumah Impian.

Langkah 1: Mulailah menggunakan membayangkan rumah virtual kita

Coba bayangkan sebuah jeruk lemon yang sangat asam. Bayangkan sampai rasa asam itu terasa pada lidah & air liur kita. Uff…. Kita benar -benar merasa asam, padahal tidak ada satu tetes lemonpun yang masuk ke mulut kita.

Lakukan yang sama untuk membayangkan  rumah impian itu. Lakukan sampai rasa senang, puas dan bahagianya terasa di benak kita seperti ketika kita benar-benar mendapatkan rumah impian itu. Jangan kuatir, ini proses yang gratis. Kita tidak perlu membayar untuk melakukannya.

Lakukan proses ini sesering yg kita mau. Lakukan ini buat berbagai aspek yg kita inginkan dari tempat tinggal virtual itu. Tentang pembagian ruangnya, ukurannya, material yang dipakai, sistem pengolahan limbah, sumber energi dll. Sampai lengkaplah detil bayangan Rumah yg kita inginkan.

Proses ini, selain membahagiakan, juga dapat menyemangati kita buat menerima tempat tinggal impian sungguhan. Asalkan… Prosesnya tidak berhenti di sini.

Langkah 2: Menggambarkan rumah virtual kita di atas kertas

Setelah puas membayangkan, langkah selanjutnya merupakan menggambarkannya di atas kertas. Dengan menggambarkannya, kita bisa masuk pada citra yang lebih detil untuk setiap aspek tempat tinggal impian kita. Di satu ketika, kita sanggup membayangkan & menggambarkan dapurnya. Di ketika lain, kita membayangkan dan menggambarkan kamar mandi, kamar tidur, ruang kerja, teras, kebun & akhirnya lengkaplah citra detil tentang semua ruang dalam rumah virtual kita.

Proses ini kemungkinan tidak selesai dalam sekali jalan. Mungkin kita perlu mengambar berkali-kali sampai kita memperoleh gambar yang paling kita inginkan. Beberapa orang mungkin lebih suka  membuat maket atau menggambar di komputer atau minta tolong orang lain untuk menggambarkannya.

Contoh sketsa tempat tinggal impian kami. Saya perlu membuat poly sekali sketsa sampai pada gambar yang akhirnya menjadi dasar pembangunan tempat tinggal kami yang kini .

Langkah tiga: Bagikan impianmu pada para pendukung potensial

Bercerita merupakan salah satu proses yang bisa memperkuat motivasi. Dengan bercerita, kita makin memahami apa yang kita ceritakan, termasuk rumah virtual kita. Menceritakan tempat tinggal impian pada mereka yg potensial mendukung sangatlah berguna. Bentuk dukungan yg kita terimapun bisa beragam. Bisa jadi kita akan menerima dukungan moral atau istilah-istilah pendukung yg akan memperkuat motivasi kita buat memperoleh tempat tinggal . Bisa jadi dukungannya dalam bentuk aneka macam berita yg berguna buat perwujudan rumah virtual kita. Bisa jadi bentuk dukungannya pada bentuk uang atau barang yg bermanfaat buat mendapatkan rumah. Material residu atau bekas mungkin, atau ajakan patungan buat membeli sebidang tanah. Ada seribu satu kemungkinan dukungan yang bisa kita peroleh menurut proses ini.

Rancangan tempat tinggal virtual pada bentuk gambar tiga dimensi yang paling mendekati bentuk akhir.

Karya seseorang mitra arsitek, Iwan Cosmas, yg membantu menterjemahkan virtual menjadi gambar visual. Kami mendiskusikan rancangan berkali-kali hingga akhirnya sebagai gambar-gambar ini.

Langkah 4: Hitung kebutuhan sumberdaya buat menerima rumah impian

Setelah kita cukup konfiden dengan rancangan tempat tinggal virtual kita, sekaranglah saatnya menghitung kebutuhan sumberdaya buat mendapatkannya. Sumberdaya yang dimaksud pada sini mampu berupa uang yang dapat dipakai untuk membeli tempat tinggal , membeli tanah, bahan bangunan atau membayar tukang; namun juga waktu kita buat pengadaan rumah tersebut. Waktu buat informasi lapangan lokasi yang cocok, ketika buat mencari model rumah impian, saat buat memastikan pembangunan rumah berjalan lancar dan sinkron aturan dan lain-lain.

Konsultasikan menggunakan pihak-pihak yg lebih berpengalaman buat perhitungan kebutuhan sumberdaya ini. Mereka sanggup jadi adalah para arsitek, pemborong, tukang, developer ataupun sahabat kita yg sedang atau baru terselesaikan membangun rumah. Kemungkinan mereka memiki data-data penting terkait harga material, tanah dan proses yg dianggap ideal atau lebih baikdalam pembangunan rumah.

Untuk keamanan kita sendiri, berapapun angka yg keluar berdasarkan perhitungan kebutuhan sumberdaya kalikanlah satu setengah sampai 2 kalinya. Hal ini penting buat mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan & upah tukang serta kenaikan porto dampak kesalahan, perubahan-perubahan, penundaan dll.

Seorang arsitek bisa membantu kita menggambarkan lebih detil rancangan tempat tinggal kita sampai ke ukuran-berukuran bagian-bagiannya. Kita jua dapat mendiskusikan pilihan material dan implikasinya terhadap kualitas dan porto.

Langkah lima: Buat taktik akumulasi sumberdaya buat menciptakan tempat tinggal virtual

apabila kita telah merumuskan kebutuhan sumberdaya, maka langkah selanjutnya merupakan menyusun strategi buat menerima sumberdaya tadi. Berikut ini beberapa taktik yg mungkin bisa dipilih. Apabila kita ingin mendapatkan rumah jadi, mungkin kita akan membutuhkan sejumlah akbar uang buat membeli tempat tinggal . Rumah tersebut bisa jadi adalah tempat tinggal baru atau rumah bekas. Uang tersebut mampu jadi kita peroleh berdasarkan warisan, tabungan atau aset eksklusif lainnya. Apabila demikian, anda sangat beruntung karena mungkin bisa membeli atau menciptakan rumah tanpa berhutang. Namun bila anda tidak memiliki aset sebanyak itu, maka anda perlu menciptakan strategi lain. Dua strategi yang bisa dipilih merupakan menabung atau berhutang.

Menabung berarti, kita mengumpulkan sumberdaya sedikit-sedikit sampai kebutuhan buat pembuatan/pengadaan rumah impian tersedia. Menabung di sini bisa jadi pada bentuk uang, namun pula sanggup pada bentuk pembelian secara bertahap aneka macam material yg digunakan sebagai bahan bangunan. Ketika menabung dalam bentuk uang, yang perlu diperhatikan merupakan perkembangan nilai uang. Jangan hingga nilainya turun sebagai akibatnya jumlah barang yg dibeli menjadi lebih sedikit menurut waktu ke ketika.

Banyak orang dengan ketersediaan dana terbatas menentukan memakai uangnya buat membeli tanah dulu. Setelah itu pada tanah yg sudah mereka beli, mereka menciptakan gudang. Gudang itu kemudian dipakai buat menumpuk material secara sedikit demi sedikit. Mulai menurut material yang tahan usang dan pasti permanen dibutuhkan terlepas dari bagaimanapun bentuk akhir rumahnya. Mulai berdasarkan rangka primer & elemen-elemen yg terpenting buat berdirinya tempat tinggal . Setelah itu semua terbeli, barulah membeli elemen-elemen yg sifatnya hiasan atau pelengkap.

Berhutang berarti kita mendapatkan sumberdaya untuk pengadaan rumah dari pihak ketiga, kemudian kita mengembalikannya secara bertahap dengan jumlah dan termin waktu sesuai kesepakatan dengan pemberi utang. Ketika kita mengambil utangan, hal terpenting yang perlu diiperhatikan adalah kemampuan membayar kembali uang yang kita pinjam dalam bentuk cicilan. Jangan sampai jumlah cicilan yang harus dibayarkan melebihi kemampuan kita membayar. Jika ini terjadi, pembayaran cicilan akan membebani kondisi  keuangan kita.

Foto lokasi rumah virtual. Kami memikirkan dalam jangka panjang tempat tinggal virtual kami. Kami menanam lebih menurut 400 pohon kayu pada tanah tadi. Delapan sampai sepuluh tahun kemudian beberapa pohon sudah besar dan kuat sehingga bisa kami gunakan buat sebagian material tempat tinggal virtual kami dan Rumah KAIL, sekretariat organisasi tempat aku bekerja.

Langkah 6: Mulailah membangun dan penyelesaian rumah virtual

Jika sumberdaya telah dianggap cukup memadai, maka mulailah proses pembangunan. Saat proses pembangunan, adakalanya kita merasa perlu membuat perubahan di sana sini. Apabila itu terjadi, konsultasikan lebih dulu pada kontraktor, arsitek atau tukang anda. Mungkinkah perubahan tersebut dilakukan? Apa dampaknya terhadap biaya ? Apa pengaruhnya terhadap elemen lain berdasarkan rancangan awal?

Intinya apabila anda ragu-ragu & mulai memikirkan kemungkinan perubahan, berhentikan sejenak, pikirkan mengenai kemungkinan perubahan tadi & konsultasikan. Apabila anda membuat perubahan tersebut di ketika masih awal, mungkin biayanya nir akan akbar dibandingkan menggunakan apabila perubahan tadi dilakukan saat rumahnya hampir jadi, atau apalagi saat sudah ditinggali.

Jika anda akhirnya tetapkan buat permanen memilih rancangan awal sehabis menciptakan berbagai perhitungan, maka proses ini akan meyakinkan anda bahwa anda sudah merogoh pilihan terbaik buat mewujudkan tempat tinggal impian anda. Apabila anda melakukan perubahan, maka anda sudah siap dengan berbagai resiko berdasarkan perubahan tadi, termasuk penambahan waktu dan biaya pembangunan rumah.

Ada kalanya, karena keterbatasan dana dan waktu, rumah tidak dapat seratus persen selesai dalam satu kali proses pembangunan. Dalam kondisi ini, kadang kita harus menempati rumah impian dalam  kondisi setengah jalan. Banyak orang mengalami kondisi ini dan mereka dapat melaluinya dengan bahagia. Yang penting sudah punya rumah, penyelesaian bisa dicicil bertahap sesuai dengan ketersediaan dana atau sumberdaya lainnya. Jika ada menghadapi kondisi ini upayakan untuk menyelesaikan bagian dalam rumah dulu, baru bagian luar bisa menyusul. Hal ini untuk meninimalisir gangguan akibat proses pembangunan lanjutan untuk penyelesaian rumah terhadap rutinitas hidup kita.

Ada juga yang memilih memakai konsep tempat tinggal tumbuh. Mulai dari menciptakan bagian rumah primer, kemudiaan secara sedikit demi sedikit menambah ruang sesuai dengan perkembangan kebutuhan.

Kiri: Di lokasi rumah impian, kami membangun gudang untuk menyimpan stok material yang pengadaannya kami cicil sesuai dengan ketersediaan material dan dana.

Para tukang sedang mengiris kayu hasil tebangan pohon-pohon yg kami tanam delapan hingga sepuluh tahun sebelumnya. Kayu-kayu ini sebagai bagian dari material pembangun tempat tinggal dan perabot rumah kami.

Tengah dan Kanan: Kami menggunakan kombinasi bahan-bahan yang kami terima sebagai hadiah dari banyak pihak, hasil berburu bahan bangunan bekas di kios-kios milik bahan bangunan bekas di Jalan Sukarno Hatta, Bandung. Kaso, reng dan panel dinding terbuat dari kayu jati hasil penjarangan kebun jati milik almarhum ayah saya. Tiang, lantai kayu, lantai keramik dan tangga terbuat dari kayu rasamala bekas dari Jalan Sukarno Hatta. Panel pintu warna biru berikut kusennya merupakan bekas bongkaran rumah zaman Belanda milik keluarga besar mertua saya di Sukabumi.

Langkah 9: Terus berproses

Apapun proses yg sudah anda lalui, anda sudah menerima tempat tinggal virtual. Teruslah berproses hingga tempat tinggal impian tadi sebagai semakin nyata berdasarkan hari ke hari. Bersiapkah buat menerima bahwa konsep tentang rumah impian kita bisa jadi tidak statis dan makin berkembang sesuai menggunakan perkembangan syarat ekonomi, karir, jumlah anak & nilai-nilai yang kita anut. Beranikan diri buat terus berproses, berubah dan sebagai semakin ideal. Menciptakan rumah bisa jadi merupakan ekspresi berdasarkan jati diri, kreativitas dan bukti diri kita. Semoga lewat proses mewujudkan tempat tinggal impian, kita sebagai lebih mengenal diri kita, asa-harapan terdalam kita dan impian-virtual kita. Mewujudkan tempat tinggal impian sanggup jadi adalah galat satu jalan menuju terwujudnya banyak sekali virtual lain dalam hidup kita.

***

[1]Any Sulistyowati adalah Koordinator KAIL, sebuah LSM yang memiliki misi untuk mendukung tumbuhnya agen-agen perubahan sosial di masyarakat yang berkedudukan di Bandung. Ia merupakan Fellow LEAD (Leadership for Environment and Development), Donella Meadows Institute dan Sustainability Leaders Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *