[Pikir] Rahasia Menuju Kebahagiaan Sejati
By: Date: June 11, 2018 Categories: Uncategorized

Percayakah anda bahwa kebahagiaan bisa diraih & dapat bertahan lama menetap di dalam diri anda? Bagaimana memperoleh kebahagiaan semacam itu? Di dunia yg hiruk pikuk sang aneka macam tuntutan dan tekanan, entah itu menurut sekolah, pekerjaan juga rumah tangga, tentu semakin poly orang mendambakan kebahagiaan. Siapa yang tidak ingin sebagai senang ? Semua orang pasti ingin bahagia.

Definisi Kebahagiaan

Apakah kebahagiaan menurut anda? Hmm?Pertanyaan yang mudah-gampang sulit menjawabnya. Jika andamenjawabnya dengan, ?Saya berbahagia bila ?? Atau ?Saya berbahagia ketika ??, anda perlu mempertanyakan balik apa makna sesungguhnya sebuah kebahagiaan bagi diri anda.

Dr. Russ Harris, dalam bukunya Happiness Trapmengklasifikasikan kebahagiaan dalam dua jenis. Jenis kebahagiaan pertama meliputi perasaan senang, berbunga-bunga, melambung, dan melayang. Namun, perasaan yang dialami cepat sekali hilang. Sekali hilang, orang akan kembali pada ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan mereka.

Sedangkan jenis kebahagiaan ke 2 adalah perasaan bermakna dalam hidup ketika melakukan sesuatu sesuai dengan cita-cita hati & saat hidup dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Jenis kebahagiaan yg kedua ini menyentuh sisi terdalam batin manusia, sebagai akibatnya kebahagiaan itu nir bersifat ad interim.

Mengapa kebahagiaan tidak berlangsung lama ?

Konstruksi sosial masyarakat membentuk bahwa setiap orang harus terlihat bahagia dan tegar. Seperti ungkapan demikian, ?Wah, nggak nyangka ya, ternyata hidupnya bermasalah. Padahal selama ini melihat orang itu penuh menggunakan tawa & canda. Tak ada sedikit pun terlihat keresahan dan kesedihan pada wajahnya!? Atau ungkapan misalnya ini, ?Aku mempunyai pekerjaan yang layak, rumah yg akbar dan kendaraan beroda empat demam isu terbaru. Anak-anakku anggun dan penurut, suamiku mencintai saya lebih berdasarkan segalanya. Namun, mengapa di pada hati ini kegelisahan itu senantiasa muncul??

Perhatikan bahwa cerita-cerita dalam dongeng maupun film yang umumnya digemari, biasanya diakhiri dengan happy ending. Perhatikan juga anggapan tentang lelaki yang menangis adalah lelaki cengeng atau seseorang yang menunjukkan kesedihannya dengan air mata, seringkali dianggap lemah dan tidak tegar. Ternyata, dunia telah turut merekayasa pemikiran manusia, bahwa kehidupan haruslah selalu diwarnai dengan kehidupan yang manis, teratur dan penuh tawa. Padahal, kenyataannya hidup manusia tidak sesederhana itu.

Berangkat berdasarkan citra global tentang kebahagiaan, maka Dr. Russ Harris menyampaikan sebuah kata : kebahagiaan semu. Rupanya, kebahagiaan semu ini tak bertahan lama . Kebahagiaan semu ini terlihat di permukaan, namun tidak menyentuh kedalaman hati seseorang, sehingga beliau dapat hilang begitu saja. Oleh karenanya, sebaiknya setiap orang mulai meneliti balik apa makna kebahagiaan bagi dirinya. Mengapa kebahagiaan yang dia miliki tak berlangsung usang.

Kebahagiaan semu merupakan kebahagiaan yang dangkal, tidak menyentuh ke pada hati manusia. Kebahagiaan yang dangkal ini sangat mungkin terjadi, saat insan menyandarkan kebahagiaannya di luar dirinya. Seperti contoh sederhana berikut ini : ?Saya merasa bahagia jika diberi perhatian sang orang-orang yg saya cintai.? Apa yg terjadi bila orang-orang yg dia cintai tidak mampu lagi memberi perhatian padanya? Kebahagiaannya mungkin saja hilang.

?Saya merasa senang apabila memiliki uang yg banyak.? Ini merupakan model bahwa kebahagiaan seseorang diletakkan pada kepemilikan pada luar dirinya. Apa yang terjadi waktu uangnya habis? Ia tidak akan berbahagia.

Tetapi, bagaimana caranya meletakkan kebahagiaan pada pada diri kita sendiri? Bagaimana mengusir perasaan negatif yg sering timbul tanpa diundang? Bagaimana mengatasi kekecewaan yg bersumber dari hal-hal pada luar kita?

Bagaimana Cara Keluar dari Kebahagiaan Semu?

Apakah cara yg terbaik untuk keluar menurut kebahagiaan semu? Pertama-tama, kita perlu mengenal diri kita terlebih dahulu. Kenali perasaan-perasaan negatif yang seringkali menciptakan kita nir senang . Kenali ketika-saat kita terjebak pada kebahagiaan semu. Salah satu cara sederhana buat mengenali diri adalah dengan membuat catatan harian buat merefleksikan pengalaman kita setiap harinya. Kita dapat mencoba mencatat pikiran-pikiran negatif apa yang ada sepanjang hari itu, misalnya.

Langkah selanjutnya, mungkin terdengar baru bagi anda. Alih-alih mengenyahkan pikiran negatif, Dr. Russ Harris menganjurkan setiap orang untuk menerima hadirnya  pikiran-pikiran negatif dalam hidup manusia. Bukan menerima untuk kemudian berkubang dalam kesedihan dan kekecewaan tentu saja. Tetapi, menerima bahwa kesedihan, kekecewaan dan pikiran negatif adalah bagian dari kehidupan dan melatih diri untuk tidak terseret dalam pusaran kesedihan itu sendiri. Bagaimana caranya?

Ketika anda telah mengenali asal-sumber kesedihan anda, tenangkanlah diri anda. Ya, mungkin anda sedih lantaran pacar anda nir bertindak misalnya yang anda harapkan. Atau mungkin anak-anak anda nir mengindahkan nasehat-nasehat anda, & itu membuat anda kecewa. Bagaimana mengatasinya? Sebaiknya nir usah memaksakan diri buat membuang kekecewaan tersebut, tetapi berdamailah menggunakan kekecewaan itu. Terimalah dia sebagai bagian dari jalan hayati yg wajib ditempuh. Ketika anda mampu berdamai dengan situasi misalnya ini, anda akan menjadi lebih hening dan siap menghadapi kekecewaan-kekecewaan berikutnya.

Menggali Faktor Penentu Kebahagiaan Sejati

Yakinlah, bahwa kebahagiaan sejati bisa anda temukan. Tidak usah jua jauh-jauh mencari bahkan hingga menguras habis isi dompet, lantaran kebahagiaan itu sesungguhnya terletak pada dalam hati andasendiri. Ya, sesederhana itu. Ketika andamengerjakan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan, tulus & nrimo, pada situlah letak sumber kebahagiaan anda.

Bagaimana cara untuk melihat ke hati yang terdalam? Gobind Vashdev, pengarang buku Happiness Inside, menganjurkan agar kita menentukan fokus dan setia pada fokus tersebut. Tentunya, fokus pada kelebihan dan kekuatan kita masing-masing. Meski terdengar mudah, pada kenyataannya manusia sering salah fokus. Manusia lebih senang melihat kelemahan-kelemahan yang terjadi pada dirinya maupun orang lain. Manusia lebih mudah terpuruk pada hal-hal yang melemahkan dirinya, dibandingkan mengasah kekuatannya. Maka tak heran, ada peribahasa yang mewakili keadaan seperti itu, “Kuman di seberang laut nampak, gajah besar di depan mata tak nampak.”

Ketika kita sudah menyadari segala kekuatan kita, janganlah ragu untuk terus meniti tujuan dengan kekuatan yang kita punyai. Setia pada proses, meski panjang & melelahkan adalah bagian berdasarkan pencapaian kebahagiaan. Lantaran setelah anda mencapai sesuatu & menengok sejenak dalam proses yg telah dilalui, anda akan merasa hidup anda bermakna. Ketika manusia dapat memaknai hidupnya sendiri, di sanalah letak kebahagiaan itu.

Kita dapat merogoh contoh berikut : anda senang dengan menjadi seseorang pelukis atau pemusik, jangan ragu buat meniti tujuan anda, meski harus mengalami proses panjang belajar melukis & berlatih musik. Tak sporadis, ungkapan-ungkapan negatif menurut luar menyerang anda, mengungkapkan, ?Apa anda sanggup?? Dalam hal ini, diharapkan komitmen yg bertenaga yg didasari sang keyakinan bahwa siapapun dapat mencapai apa yg diimpikannya jika dia memang mempunyai niat & kemauan.

Pada akhirnya, yang terpenting, periksalah hati andasendiri, apakah anda senang menjalani kehidupan menjadi pemusik? Atau, apakah anda bahagia menjalani kehidupan sebagai seseorang istri & mak berdasarkan anak-anak anda? Apakah anda senang menjalani kehidupan menjadi seorang manajer yang membawahi ratusan pekerja? Seseorang yg mengejar sesuatu hanya lantaran latah dalam animo tertentu, atau karena bujukan orang lain, tidak akan pernah sebahagia saat seorang melakukan sesuatu sinkron dengan penekanan, kekuatan & bunyi hatinya sendiri. Nah, selamat menemukan misteri kebahagiaan anda sendiri!

(Navita Kristi Astuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *