[TIPS] Membangun Kebiasaan Membaca Aktivis
By: Date: June 12, 2018 Categories: Uncategorized

Penulis: Any Sulistyowati

Adakah waktu yang rutin anda luangkan untuk membaca? Apakah bacaan tersebut berkontribusi pada peningkatan efektivitas kerja-kerja yang anda lakukan? Jika anda menjawab ya untuk kedua pertanyaan di atas, maka saya mengucapkan “SELAMAT” karena berarti anda telah memiliki kebiasaan membaca yang bermanfaat untuk peningkatan efektivitas kerja-kerja aktivis anda. Jika anda menjawab belum, maka tulisan ini mungkin bermanfaat untuk anda dalam membangun kebiasaan membaca.

Hambatan-kendala dalam membentuk norma membaca

Ada banyak hambatan yang dihadapi banyak orang dalam membangun kebiasaan membaca. Hambatan-hambatan tersebut di antaranya adalah: kemauan , waktu, ketersediaan bacaan, ketersediaan sumberdaya untuk mengakses bacaan, berbagai hambatan teknis terkait ketrampilan membaca, masalah fisik dan tidak ada teman. Dalam tulisan ini, akan diulas masing-masing hambatan dan beberapa alternatif penyelesaiannya satu per satu.

Kemauan

Hal pertama yang dibutuhkan buat menciptakan norma membaca merupakan kemauan. Sebagaimana kata pepatah, ?Jika terdapat kemauan, di situ terdapat jalan?; hal yg sama berlaku dalam kemauan membentuk kebiasaan membaca. Masalahnya, bagaimana membentuk kemauan?

Untuk menciptakan kemauan, pertama-tama diharapkan pencerahan. Kesadaran yg kemungkinan akan menumbuhkan kemauan diantaranya pencerahan akan manfaat apa yg akan diperoleh melalui kebiasaan tadi. Hal yg sama berlaku buat norma membaca.

Coba anda bayangkan manfaat apa yang anda akan dapatkan bila anda meluangkan saat secara rutin buat membaca. Tuliskan seluruh manfaat itu pada dalam sehelai kertas & renungkanlah sejauh mana anda menginginkan manfaat tadi anda peroleh.

Apabila Anda merasa manfaat-manfaat tadi sangat krusial buat keberhasilan kerja-kerja aktivis anda, buatlah strategi mengenai bagaimana Anda bisa mewujudkan niat Anda tadi. Strategi yang Anda pilih perlu dibuat realistis. Artinya, taktik tadi perlu mempertimbangkan kebiasaan Anda yg lain. Sebagai model, mungkin anda perlu mempertimbangkan langkah-langkah bertahap buat menciptakan kebiasaan membaca. Misalnya, pertama-tama Anda dapat menargetkan membaca satu artikel per bulan. Kemudian secara bertahap, jumlah tadi bertambah menjadi satu artikel per minggu & sampai akhirnya mungkin menjadi satu artikel perhari.

Ketika strategi sudah ditetapkan, Anda perlu memperhitungkan bagaimana Anda dapat menerapkan strategi tersebut secara konsisten. Untuk itu Anda mungkin perlu mempertimbangkan ketersediaan saat dan sumberdaya-sumberdaya lainnya seperti yang akan di bahas pada bagian selanjutnya menurut artikel ini.

Waktu

Setiap orang memiliki akses terhadap jumlah waktu yang sama setiap hari. Dua puluh empat jam sehari. Tidak lebih. Tidak kurang. Yang berbeda adalah bagaimana masing-masing memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Jika Anda merasa kesulitan memperoleh waktu untuk membaca, maka yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama-tama, Anda perlu memahami dulu pola penggunaan waktu Anda. Setelah itu barulah Anda mencari kemungkinan-kemungkinan di waktu mana Anda memiliki peluang melaksanakan kegiatan membaca sebagai kebiasaan baru Anda.

Untuk tahu pola penggunaan ketika Anda, Anda mungkin bisa terbantu menggunakan menggunakan kerangka menurut Stephen Covey, penulis kitab best seller, Seven Habits of Highly Effective People. Menurut Covey, penggunaan waktu bisa dikategorikan ke dalam empat kuadran. Yang termasuk kategori kuadran pertama merupakan aktivitas-aktivitas yg penting dan mendesak. Contoh aktivitas-kegiatan kuadran satu di antaranya: mengejar batas akhir pengumpulan tugas. Termasuk pada kategori kuadran 2 merupakan kegiatan-kegiatan yang penting tetapi tidak mendesak, misalnya berolah raga setiap hari buat menjaga kesehatan tubuh. Kuadran tiga berisi kegiatan-kegiatan yang tidak penting namun mendesak, contohnya mengangkat telepon yang ternyata berisi iklan atau tawaran produk-produk yang nir bermanfaat buat hayati kita. Sementara yang termasuk dalam kuadran keempat adalah aktivitas-kegiatan yang tidak krusial dan tidak mendesak. Contoh kegiatan-kegiatan kuadran empat adalah menghabiskan ketika buat menonton film-film tidak bermutu dan berbagai kegiatan tidak berguna lainnya. Stephen Covey menyarankan bahwa jika kita ingin hayati kita efektif, maka kita perlu mengatur agar kegiatan-aktivitas kita sebesar mungkin ada pada kuadran dua. Untuk memperoleh waktu buat aktivitas-kegiatan kuadran dua maka kita perlu mengurangi aktivitas-kegiatan yang berada pada kuadran lainnya, khususnya kuadran empat dan kuadran tiga.

Kuadaran Waktu – Stephen Covey

Kebiasaan membaca yang dimaksud pada artikel ini merupakan aktivitas yg termasuk di pada kuadran dua. Agar bisa memperoleh saat buat norma membaca ini, maka kita perlu mendata kegiatan-kegiatan apa saja yang kita lakukan yg termasuk di kuadran empat & 3. Setelah aktivitas-kegiatan tadi terkumpul, kita pilih aktivitas-aktivitas mana saja yang sebaiknya kita tinggalkan & kita gantikan dengan kebiasaan membaca ini.

Terutama bagi orang-orang yg sangat sibuk, sebagai akibatnya nir memiliki ketika lagi buat aktivitas-aktivitas kuadran tiga & empat, maka yg perlu dikurangi adalah aktivitas-aktivitas kuadran satu. Perlu dipahami, saat buat membaca nir harus berupa blok saat yg panjang. Apabila Anda hanya memiliki waktu 1/4 jam setiap hari sebagai ketika yang mungkin, maka gunakan itu. Seperempat jam sehari, berarti satu jam dalam empat hari, satu tiga perempat jam dalam seminggu, tujuh 1/2 jam pada sebulan, sembilan puluh satu seperempat jam pada setahun. Dalam seperempat jam, mungkin Anda hanya bisa membaca 1/2 halaman. Namun dalam sembilan puluh satu 1/4 jam, mungkin Anda bisa menyelesaikan satu buku hampir 2 ratus halaman. Intinya manfaatkan sumberdaya ketika yang anda miliki sebaik mungkin. Anda bisa memulai norma membaca berdasarkan ketika yg terdapat.

Ketersediaan bacaan

Di zaman modern ini, bahan bacaan tersedia dari berbagai sumber. Anda dapat pergi ke toko buku dan membeli buku kesukaan Anda. Anda juga dapat pergi ke perpustakaan. Anda bahkan dapat menjelajahi dunia maya untuk memperoleh berbagai artikel dan buku elektronik yang dapat diunduh secara gratis. Anda juga dapat masuk ke klub membaca dan saling bertukar bahan bacaan.

Ketersediaan sumberdaya untuk mengakses bacaan

Masalahnya, untuk mengakses bahan bacaan tersebut Anda memerlukan sejumlah sumberdaya lainnya. Misalnya untuk mendapatkan buku kesayangan di toko buku, Anda membutuhkan sejumlah uang. Untuk pergi ke perpustakaan Anda memerlukan transportasi. Anda mungkin juga memperlukan uang untuk membayar iuran anggota atau biaya peminjaman buku di perpustakaan tersebut. Untuk mengunduh artikel atau buku elektronik Anda membutuhkan akses internet. Bagaimana jika kepemilikan Anda akan sumberdaya-sumberdaya tersebut sangat terbatas?

Langkah pertama, Anda perlu mencari berita bacaan yg Anda inginkan tersebut bisa diperoleh berdasarkan mana saja. Langkah kedua, pilihlah sumber yang paling sedikit membutuhkan sumberdaya. Misalnya buat mendapatkan akses internet, Anda dapat pergi membawa laptop atau android Anda ke tempat-tempat generik yang menaruh layanan wifi perdeo. Jika ada tidak memiliki laptop atau android Anda bisa pergi ke warnet. Jika Anda sedang tidak memiliki uang buat membeli kitab , anda bisa pergi ke perpustakaan atau tetap ke toko buku & membaca pada sana. Anda juga bisa pergi ke kios kitab bekas buat mendapatkan harga kitab yang lebih murah. Atau mencari sahabat yang rela meminjamkan bukunya atau menjual kitab yg sudah terselesaikan mereka baca dengan harga lebih murah.

Berbagai hambatan teknis terkait ketrampilan membaca

Berbagai hambatan teknis di sini antara lain adalah kecepatan membaca, kemampuan konsentrasi ketika membaca, durasi rasa nyaman dalam membaca, serta kemampuan berbahasa. Sebagaimana berbagai ketrampilan lainnya, ketrampilan membaca dapat dibangun dengan latihan sehingga menjadi kebiasaan. Ketrampilan ini dapat meningkat seiring dengan frekuensi latihan, tetapi juga dapat menurun apabila tidak digunakan setelah kurun waktu tertentu.

Jika Anda mengalami hambatan-kendala teknis semacam ini, jangan putus harapan. Langkah pertama, pilihlah bacaan-bacaan yg Anda sukai, sehingga anda termotivasi bertenaga buat tetap membaca pada tengah segala hambatan teknis tersebut. Setelah Anda cukup nyaman pada membaca barulah memilih bahan bacaan yang lebih sulit dipahami & membutuhkan konsentrasi dan upaya lebih tinggi buat mencernanya.

Apabila masih ada hambatan bahasa atau istilah-kata sulit, kamus mungkin dapat membantu. Sekarang bahkan tersedia kamus elektronik dan layanan penelusuran fakta yg berbasis internet. Anda tinggal mengetikkan kata-istilah yang sulit tersebut di layar personal komputer , lalu Anda akan terhubung dengan situs berisi warta tentang istilah-kata sulit tadi. Dengan memakai fasilitas internet, banyak ketika bisa dihemat dan kabar dapat dicari secara simultan dan saat yg relatif singkat.

Masalah fisik

Yang termasuk dalam masalah fisik di sini antara lain: kondisi mata, daya konsentrasi, kondisi punggung dan berbagai persoalan fisik lainnya. Masalah fisik kebanyakan terkait dengan usia. Dengan bertambahnya usia seseorang, apalagi setelah melampaui umur 40, biasanya ada kemunduran fisik di sana sini. Kemunduran ini bisa dicegah dengan cara membangun kebiasaan hidup sehat, baik dari aspek konsumsi makanan, kecukupan istirahat dan olah raga. Sikap duduk juga berpengaruh terhadap kondisi punggung dan kenyamanan membaca.

Selain pola hidup sehat, ketenangan membaca jua dapat didukung dengan banyak sekali fasilitas seperti kacamata bagi mereka yg bermasalah menggunakan mata, kursi atau sofa nyaman buat membaca, lampu yang relatif jelas dan ukuran huruf yang nyaman ditinjau mata.

Dengan norma hidup sehat dan fasilitas pendukung membaca yg memadai diperlukan kegiatan membaca sebagai aktivitas yg menyenangkan dan menyehatkan.

Tidak terdapat sahabat

Untuk mencari teman Anda dapat pergi ke klub membaca atau Anda membuat sendiri perkumpulan membaca tersebut. Dengan berada di dalam kelompok, Anda dapat memperoleh dukungan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah bertambahnya akses buku melalui proses pertukaran dan peminjaman. Dengan peminjaman dan pertukaran, Anda dapat menghemat uang. Dengan uang yang ada, Anda dapat membeli buku yang lain, khususnya yang tidak dimiliki oleh teman-teman Anda. Jadi dengan jumlah uang yang sama, Anda dapat membaca lebih banyak buku.

Keberadaan teman pula memotivasi kita untuk terus membaca. Ketika kita & teman menyukai buku yg sama, kita memiliki teman berdiskusi tentang kitab tadi. Kita punya sahabat yg memotivasi kita buat terus membaca. Atau sahabat untuk membaca bersama.

Penutup

Berbagai hambatan dalam membangun kebiasaan membaca, yaitu kemauan , waktu, ketersediaan bacaan, ketersediaan sumberdaya untuk mengakses bacaan, berbagai hambatan teknis terkait ketrampilan membaca, masalah fisik dan tidak ada teman telah dibahas di atas. Sekarang Anda sudah mengetahui berbagai hambatan dalam membangun kebiasaan membaca dan cara-cara mengatasinya. Semoga informasi tersebut dapat membantu Anda membangun kebiasaan membaca yang dapat meningkatkan efektivitas kerja-kerja perubahan yang Anda lakukan. Dengan berjalannya waktu, mungkin Anda akan menemui berbagai hambatan lainnya yang masih perlu Anda atasi. Semoga dengan terbiasa mengatasi hambatan-hambatan yang dibahas di atas, Anda tetap bertahan dalam membangun kebiasaan membaca. Keberhasilan Anda membangun kebiasaan membaca akan tergantung dari sejauh mana anda dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan tetap konsisten melaksanakan kebiasaan membaca di tengah segala hambatan yang anda hadapi. Selamat menikmati membaca.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *