[TIPS] Cara Memelihara dan Meningkatkan Kesehatan Mental
By: Date: June 27, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Any Sulistyowati

Di kehidupan terbaru yg penuh tekanan, banyak orang menderita penyakit psikosomatis. Penyakit ini sebetulnya adalah sebuah aktualisasi diri penyakit fisik yg dipengaruhi oleh persoalan psikologis (mental). Masalahnya banyak penderita psikosomatis nir menyadari bahwa perseteruan fisik yang mereka alami sebetulnya dipengaruhi sang problem mental. Banyak menurut mereka yg bolak kembali ke dokter, mengkonsumsi obat tanpa pernah menyentuh penyebab masalah yg sebenarnya.

Sebagai aktivis, poly tekanan yg kita hadapi dalam menjalankan misi hayati kita. Berbagai tekanan tadi potensial mengakibatkan berbagai dilema kesehatan mental. Padahal kesehatan mental ini sangat krusial buat kualitas hidup kita. Tanpa kualitas hayati yang bagus, kekuatan kita buat membuat perubahan sebagai melemah. Kita tidak dapat secara penuh menaruh diri kita buat perubahan yang kita cita-citakan.

Kesehatan mental berperan sangat penting dalam hidup kita. Tanpa kesehatan mental, kualitas hayati kita akan merosot tajam. Kesehatan mental akan lebih baik bila disirami menggunakan emosi positif. Emosi positif dibangun menurut cara berpikir positif. Cara berpikir positif lahir dari cara pandang positif terhadap diri sendiri dan kehidupan.

Berikut ini adalah beberapa saran memelihara & menaikkan kesehatan mental:

Sayangi diri sendiri

Banyak kasus persoalan kesehatan mental terkait dengan penerimaan diri. Kita tidak bahagia dengan hidup kita. Kita merasa ada banyak yang salah dan kurang dalam diri kita. Kita membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain dan mengganggap orang lain lebih beruntung, lebih hebat dan lebih berbahagia daripada kita. Semua ini adalah virus-virus yang menjadi sumber penyakit mental. Langkah pertama untuk menghalau virus-virus tersebut adalah melihat diri kita apa adanya. Betapa luar biasanya diri kita ini. Betapa banyak hal yang baik yang ada padanya yang selama ini kita abaikan. Betapa banyak hal yang tidak kita syukuri karena kita lebih silau pada cahaya yang ada pada orang lain ketimbang di dalam diri kita sendiri. Itulah yang disebut sebagai konsep diri positif. Konsep diri positif adalah satu langkah penting untuk membangun kesehatan mental. Bagaimana cara membangun konsep diri positif? Pertama fokuskan diri pada kekuatan-kekuatan kita, kesenangan-kesenangan kita. Jujurlah pada kebutuhan-kebutuhan diri kita. Terima dan penuhi dengan rasa sayang kebutuhan-kebutuhan itu. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain atau terlalu fokus pada keinginan untuk menyenangkan dan memenuhi harapan orang lain. Percayalah bahwa diri kita memiliki kebijaksanaannya sendiri.

Berdamai dengan realitas

Masalahnya tidak semua yang kita inginkan dapat terpenuhi. Terlebih apabila pemenuhan keinginan tersebut perlu melibatkan orang lain. Mereka juga memiliki kehendak bebas untuk mendukung atau tidak mendukung kita, memenuhi atau tidak memenuhi harapan kita. Ketika hal ini terjadi, maka yang perlu dilakukan adalah berdamai dengan realitas. Penting sekali bagi kita untuk tetap merasa damai dan bahagia dengan diri kita apapun situasi yang terjadi di luar sana. Larut dalam kekacauan situasi di luar tidak akan menolong diri kita sendiri dan apalagi orang lain. Meskipun mungkin kita tidak memperoleh yang kita inginkan atau tidak satupun orang yang menolong kita, setidaknya kita tetap dapat menolong dan mendukung diri kita sendiri dengan tetap fokus pada kedamaian dan kebahagiaan kita.

Menerima dan melepaskan emosi negatif

Ketika harapan kita tidak terjadi atau kita tidak memperoleh yang kita inginkan tentu mendorong kita untuk merasa kecewa, putus asa, sedih, marah dan berbagai emosi negatif lainnya. Semuanya ini adalah normal. Yang tidak normal adalah ketika kita menekan, menolak, menutup emosi-emosi tersebut sehingga seolah-olah tidak ada atau hilang. Ketika itu dilakukan sebetulnya emosi-emosi tersebut tidak hilang, ia hanya terkubur di bawah sadar kita dan bertumpuk seperti uap panas di dalam ketel tertutup. Ketika ia terkubur dan jumlahnya semakin banyak, tekanannya pun semakin kuat dan sewaktu-waktu dapat meledak dalam bentuk ledakan emosi atau muncul dalam bentuk lain seperti berbagai penyakit psikosomatis.

Cara yg lebih sehat menangani emosi negatif merupakan dengan menerimanya menjadi bagian dari diri kita. Menyayanginya karena beliau telah hadir dan memperkaya hayati kita. Berterima kasihlah lantaran emosi tadi telah mengajarkan sesuatu pelajaran berharga pada hidup kita. Setelah semua itu, barulah emosi tadi bisa kita lepaskan. Kita tidak bisa melepaskan menggunakan sukarela sesuatu yang nir kita terima, miliki dan akui keberadaannya. Ketika emosi telah kita lepaskan, kita tetap dapat mengingat insiden terkait emosi tadi, hanya saja muatan emosinya telah hilang atau berkurang. Yang ada hanyalah rasa sayang & syukur dalam diri kita & kehidupan yg luar biasa kaya ini.

Ada banyak cara buat melepaskan emosi negatif. Di antaranya adalah menggunakan berdoa, menangis,mendengarkan musik, menciptakan karya seni, serta mengikuti aneka macam bentuk terapi, seperti hipnoterapi, egostate-terapi, emotional freedom technique (EFT) dan banyak lagi. Apapun metode yang anda pilih, pilihlah yg cocok buat anda masing-masing.

Lepaskan keyakinan-keyakinan penghambat kebahagiaan

Masalahnya melepaskan emosi negatif seringkali tidak mudah. Saat kita ingin melepaskan emosi, pikiran kita mulai melayang-layang dan memutar film kenangan kehidupan masa lalu yang menjadi sumber emosi negatif, seperti kemarahan, kebencian, ketakutan dan banyak lagi, serta film masa depan yang menjadi sumber kecemasan/kekuatiran dan ketakutan.

Ketika hal tadi terjadi, kita tercerabut menurut penekanan hidup pada ketika ini sebagai larut dalam impian masa depan dan kenangan masa lalu. Ketika hal ini terjadi, yg perlu kita lakukan adalah berjarak menurut pikiran kita dan memposisikan diri menjadi pengamat atas pikiran tersebut. Amati bagaimana pikiran-pikiran itu berseliweran & memunculkan aneka macam emosi yang terkait menggunakan berbagai peristiwa yang dimunculkan sang pikiran-pikiran tadi. Amati pikiran-pikiran itu dan simpulkan beberapa keyakinan yg mengakibatkan pikiran-pikiran tersebut muncul.

Ketika kita menemukan beberapa keyakinan tesebut, periksalah apakah keyakinan-keyakinan tadi memang kita butuhkan dalam hayati kita yg kini ? Atau justru akan merusak perkembangan hidup kita? Kita bebas buat menentukan untuk menyimpan keyakinan tersebut atau melepaskannya dan merubahnya dengan yg baru yg lebih sesuai menggunakan tujuan hidup kita.

Jika kita telah memilih perilaku, terapkan secara konsisten di pada hayati kita. Hidup menggunakan keyakinan yang baru memang nir mudah. Seringkali kita terjebak & pulang menganut keyakinan usang. Semua ini normal & perlu latihan panjang buat menjadikannya norma alami hidup kita.

Ambil waktu buat kegiatan yg bermakna

Salah satu cara untuk membangun emosi positif adalah dengan mengambil waktu untuk kegiatan-kegiatan yang bermakna. Kegiatan-kegiatan ini berbeda-beda untuk setiap orang. Ada orang yang melakukan meditasi, berjalan-jalan di alam, menghabiskan waktu bersama orang-orang yang disayangi, berbuat amal, mengikuti berbagai kegiatan sosial dan menyalurkan hobi.

Apa pun bentuk kegiatannya, pastikan melalui kegiatan tersebut anda mengalami tertekan-release (melepas ketegangan), & bukannya menambah ketegangan. Dengan merogoh ketika untuk aktivitas-aktivitas yg bermakna, kita akan merasa hayati kita lebih berarti dan kita lebih merasa positif terhadap diri kita dan hayati kita.

Demikianlah beberapa kiat buat memelihara dan menaikkan kesehatan mental. Berhasil tidaknya kiat-kiat tadi dalam memelihara dan menaikkan kesehatan mental kita akan sangat tergantung pada diri kita sendiri. Bersediakan kita mempraktekkan kiat-kiat ini dalam hayati kita sehari-hari? Berapa usang kita mau mempraktekkannya? Sebagaimana norma hidup positif lainnya, keberhasilan baru akan lahir dan perlu dibangun berdasarkan praktek pada kurun waktu yg panjang.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *