[PROFIL] SEJARAH DAN PERKEMBANGAN CAPACITAR
By: Date: September 27, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Alvieni Angelica, M.Psi., Psikolog

Berbagai insiden hayati yg tidak bisa diduga acapkali membawa dampak psikologis yg beragam bagi setiap orang. Keunikan karakter, struktur perkembangan otak, & sejarah bagaimana seorang dibesarkan mensugesti taraf resiliensi atau daya lenting seorang dalam menghadapi aneka macam tekanan hayati. Gaya hayati serba cepat, penuh kompetisi, individualis, serta minimnya interaksi sosial lantaran kemajuan teknologi tanpa disadari sudah menjadi makanan sehari-hari setiap orang. Selain itu, kondisi alam yg tidak stabil waktu ini juga berkontribusi menghadirkan aneka macam bencana, seperti banjir & gempa bumi. Belum lagi para penguasa (pemerintah) pada berbagai negara yang kerap membuat ancaman perang selalu siaga pada depan mata. Paduan kondisi hidup ini menciptakan manusia semakin rentan terhadap perkara psikologis yg lama kelamaan bertransformasi sebagai sakit fisik dan ketidakmampuan buat menjalani rutinitas sehari-hari. Sementara itu, tenaga psikolog meupun kesehatan mental lainnya sangatlah terbatas. Berkaca dalam situasi ini, maka sangatlah penting untuk sanggup membekali warga di mana saja menggunakan kemampuan buat membantu diri mereka sendiri, salah satunya artinya menggunakan memberikan pembekalan teknik-teknik penyembuhan diri (self-healing) yang simpel dan menembus batas budaya, bahasa, agama & pendidikan yang dikenal sebagai karya Capacitar.

Capacitar yang berarti pemberdayaan (to empowerment) dalam Bahasa Spanyol merupakan sebuah organisasi nirlaba yang hadir guna memenuhi kebutuhan di atas. Bermula dari tahun 1980-an yaitu tahun-tahun perang di Amerika Tengah, Sr. Mary Hartmann, CSA; seorang anggota dari Nicaraguan Human Rights Commission, mengundang Patricia Cane (panggilan akrabnya “Pat”) untuk berbagi teknik perawatan kesehatan mental diri pada sebuah festival seni rakyat. Pada festival tersebut, Pat yang selalu berlatih Tai chi dan akupresur untuk merawat dirinya sendiri, Mary berkata “Wah, yang kamu lakukan itu luar biasa, kapan kamu mau mengajarkan itu semua kepada kita cara melakukannya?” Mary secara intuitif mengenali nilai dari praktek perawatan diri yang kuno tersebut untuk menolong orang-orang ketika mereka harus berhadapan dengan kekerasan dan trauma dalam hidup mereka. Melalui insight Sr. Mary itulah, Capacitar lahir. Dari orang-orang akar rumput di Nicaragua, lahirlah kata Capacitar – sebuah kata kerja Spanyol yang berarti memberdayakan, mendorong, membawa hidup – yang selanjutnya menjadi nama organisasi dan semangat perubahan. Dari Cantera;  sebuah pusat di Nicaragua, lahirlah metode pendidikan populer hasil kerja seorang Brazil; Paulo Freire. Melalui pendidikan popular, orang-orang ‘terbangun’ untuk mengenali kebijaksanaan dan harapan dalam diri mereka. Merekalah yang selanjutnya meneruskan lagi kepada orang banyak apa yang sudah mereka dapatkan. Capacitar mengadaptasi metode yang digunakan oleh Fraire ini untuk ‘membangkitkan’ kesadaran tubuh, mengintegrasikan keterampilan terkait tubuh, pikiran dan jiwa guna memberdayakan banyak orang menyembuhkan diri mereka sendiri sehingga mereka mampu untuk menjangkau dan mentransformasikan juga orang-orang di sekitar mereka.

PDSR 1702 0006 – Teknik self-healing berpasangan menggunakan metode pemijatan titik-titik akupresur

Tahun-tahun awal, workshop pertama di Amerika dan dikenal sebagai Healing Tent diadakan bagi rekan-rekan di Guatemala yang bersinggungan dengan kekerasan dan ancaman kematian di awal tahun 1990-an. Mereka meminta adanya workshop untuk relaksasi untuk membantu mengatasi kondisi psikologis mereka. Selanjutnya menyebar ke Chile dan di saat ini pula, Capacitar mulai menyusun manual workshop-nya untuk pertama kali dalam Bahasa Spanyol. Tahun 1993, Capacitar mulai diundang ke El Salvador untuk berkoordinasi dengan Healing Tent bagi Feminist Congress  di Amerika Latin dan Karibia. Seiring berjalannya waktu, tahun 1994 mulai menjadi sebuah badan hukum sebagai organisasi nirlaba. Tahun 1995, tim Capacitar dari 12 negara terdiri dari 25 orang wanita pergi ke negeri Tiongkok untuk mengkoordinasikan penyelengaraan Healing Tent bagi NGO World Forum on Women, dalam kolaborasi dengan Chinese Medical and Traditional Medical Associations. Selanjutnya karya Capacitar menyebar di Amerika menjangkau Peru, Bolivia, Brazil, Columbia dan Mexico.

Ketika Hurricane Mitch meluluhlantakkan Amerika Tengah tahun 1998, Capacitar mulai beralih fokus. Co-directors Joan Condon dan Patricia Cane dijadwalkan buat bekerja di Honduras saat badai terjadi. Ketika mereka nir bisa datang sinkron saat yg mereka janjikan, mereka menjanjikan akan balik mengunjungi Honduras setelah hurricane berakhir. Tetapi, hurricane berlangsung sampai 8 hari dengan terjadinya banyak kematian dan kerusakan infrastruktur. Guna menanggapi kejadian ini, Patricia Cane membarui penekanan penelitian doktoralnya pada studi penyembuhan syok dan dampaknya terhadap tubuh, pikiran dan jiwa menurut para orang yang mengalami trauma akibat Hurricane Mitch dan kekerasan politik. Buku manual Trauma Healing and Transformation adalah output berdasarkan penelitian ini. Sejak itu, stress berat healing menjadi hal yang selalu dikerjakan Capacitar menggunakan pemahaman yang lebih jelas terhadap proses, metode dan pendekatan lintas budaya sebagai bagian dari pendidikan popular yg menjadi pendekatan Capacitar buat menyembuhkan trauma khususnya di kalangan masyarakat akar rumput.

Panggilan Capacitar selanjutnya datang dari Timor Leste yang baru saja mengalami kehancuran masif dampak voting kemerdekaan menurut Indonesia. Tahun 2001, Joan Condon dan Mary Litell, OSF pulang ke Timor Leste buat bekerja bersama para keluarga, tawanan dan para yatim piatu. Ditambah lagi dengan adanya bom Bali, Capacitar memperpanjang jangkauannya ke Indonesia dan sehabis tsunami serta gempa bumi yang dahsyat, Capacitar menaruh tranining pula di aneka macam daerah & zona permasalahan. Menyambung karyanya di Indonesia, Mary Litell & Patricia Cane menerima kesempatan lagi buat berkiprah pada Afrika; Tanzania dan Kenya dimana banyak penderita AIDS yg sebagai peserta dalam workshop Capacitar. Semakin banyaknya tempat bagi Capacitar buat berkiprah, semakin besarlah komitmen Capacitar pada mengatasi PTSD (Posttraumatic Stress Disorder) & CTSD (Continuing Traumatic Stress Disorder). Komitmen yg besar ini dituangkan dalam bentuk pembinaan bagi multiplier di berbagai negara, manual Capacitar for Kids, emergency kits yang sanggup diunduh dari website Capacitar.

Berbagai teknik Capacitar diadopsi menurut aneka macam negara, seperti Tai Chi (Cina) , Pal Dan Gum (Cina & Korea), Finger Holds (Jepang-Jin Shin Jyu Tsu), Accupressure, The Holds, Polaritas, Pain Drain, & lain sebagainya adalah teknik-teknik yang bekerja pada modalitas tubuh. Hal ini sejalan menggunakan prinsip kerja otak manusia dimana otak emosi memiliki interaksi langsung dengan tubuh, namun kebalikannya otak emosi hanya kecil kemampuannya buat bisa dipengaruhi sang otak Bahasa (rasio). Dengan demikian, bekerja langsung dengan tubuh para korban syok & stres yg berkepanjangan adalah cara yg cukup efektif untuk memberi kemampuan pada tubuh melakukan relaksasi. Ada yg mengungkapkan bahwa mempelajari Tai Chi Capacitar memampukan mereka untuk lebih bisa mengendalikan diri buat tidak sebagai pribadi yg reaktif terhadap aneka macam peristiwa. Pain Drain beberapa kali pernah diceritakan sanggup untuk meringankan penderitaan orang yg sakit. Finger Holds membantu orang buat melepaskan emosi yang selama ini ter-block baik lantaran embargo buat menangis, ketakutan akan sanksi yang lebih parah waktu mengekspresikan emosi dan sebagainya. Emosi-emosi yang bisa tersalur menggunakan baik akan mengurangi kemungkinan seorang mengalami sakit fisik atau bagi mereka yg sudah mengalami sakit fisik, saluran emosi yg baik bisa meringankan rasa sakit di fisik. Semuanya ini sebagai bukti betapa erat kaitan emosi & tubuh. Kepraktisan yg terkandung pada dalam aneka macam teknik ini jua membuatnya gampang untuk dipelajari siapa saja bahkan mereka yg nir mengenyam pendidikan sekalipun.

PDSR 1702 0004 – Berlatih Pal Dan Gum bersama-sama dengan Capacitar di Rumah KAIL

Di Indonesia sendiri, saat ini, penyebaran Capacitar mulai lebih menjangkau ke berbagai kota sejak diadakannya training kedua multiplier. Kira-kira lebih dari 15 orang multiplier cukup aktif untuk meneruskan karya Capacitar ke berbagai kalangan dengan pesan untuk meneruskan lagi pengetahuan yang mereka peroleh kepada siapapun yang membutuhkan. Telah cukup banyak orang-orang yang merasa terbantu dengan melakukan latihan rutin dari teknik-teknik Capacitar. Banyaknya teknik membuat tiap orang bisa memilih sendiri teknik mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Di dalam era yang penuh dengan persaingan politik dan sebaran isu SARA yang mengkhawatirkan, sangatlah bermanfaat apabila siapapun yang sudah pernah mengenal Capacitar, mengetahui beberapa tekniknya dapat membagikannya kepada siapapun yang membutuhkan. Bukan kesempurnaan gerak dan teori yang penting dalam Capacitar, namun kesediaan untuk berbagi dan hadir sepenuhnya bagi orang lain menjadi kunci yang membuat teknik-teknik Capacitar bisa memberikan perdamaian dalam diri orang-orang yang mengenalnya. Damai dalam diri adalah titik awal perwujudan damai di dunia. Saat ini, apabila para pembaca memiliki ketertarikan untuk mengenal lebih jauh mengenai Capacitar dan memiliki kelompok kecil yang ingin belajar teknik penyembuhan diri bersama, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui Kail.

Makna Logo Capacitar

C:UsersuserAppDataLocalMicrosoftWindowsINetCacheContent.WordCapacitar.jpg

Desain logo Capacitar berasal menurut pre-Colombian berupa lotus, sebuah simbol pencerahan pada poly budaya. Gambar ini menyimbolkan kembalinya manusia dalam kehidupan ? Berakar dalam tenaga pada bumi dengan tangan merentang yang menjangkau tenaga menurut surge, tangan yang menyatu dalam solidaritas di semua dunia & benih kehidupan yg berkembang di dalamnya misalnya janin.

Situs resmi Capacitar merupakan : www.Capacitar.Org .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *