[Profil] La Via Campesina, gerakan global untuk kedaulatan pangan petani kecil
By: Date: October 8, 2018 Categories: Uncategorized

?Beli gula sih gula import aja, harganya lebih murah loh daripada harga gula lokal… Lumayan kan ngirit!?

?Bukannya ngga cinta produk pada negeri, tapi beras Thailand sudah lebih enak harganya pula ngga jauh beda sama beras kita…?

?Mana sanggup menanam pada demam isu tanam kini ? Harga pupuk dan bibit makin mahal! Harga panen makin murah saja!?

Begitulah komentar yang tak jarang kita dengar terlontar menurut rakyat kita. Keadaan dengan berlimpahnya produk luar negeri pada pasaran lokal, kalah bersaingnya produk lokal sampai ketidakberdayaan petani pada suatu negara yang pungkasnya negara agraris.

Masalah ini timbul tak tanggal dari perubahan sistem pertanian menurut pertanian organik yg menggunakan sarana produksi yg dibuat petani sendiri ke sistem pertanian kimia, yang menggantungkan pada wahana produksi protesis pabrik. Petani mulai tergantung dalam Negara dari mulai pengadaan dan harga bibit, pupuk, insektisida dan infrastruktur lainnya. Padahal, dengan sistem pertanian kimia ini, banyak sekali kerugian yg dialami oleh para petani. Beberapa antara lain merupakan rusaknya kesuburan & struktur tanah, hilangnya ekuilibrium alam, rusaknya lingkungan dan rusaknya suatu sistem pertanian yang berkelanjutan.

La Via Campesina

Berangkat menurut keprihatinan akan nasib yg dialami oleh petani hampir di seluruh belahan global, maka terbentuklah La Via Campesina. La Via Campesina adalah suatu gerakan yg mengorganisir para petani mini sampai menengah, para pekerja tani, wanita desa & penduduk asli pada Asia, Afrika, Amerika & Eropa. Gerakan ini adalah gerakan yg bersifat otonomi & pluralis, tidak terikat sang kepentingan politik, ekonomi atau kepentingan lain. Sampai waktu ini, La Via Campesina berkecimpung di delapan wilayah,- Eropa, Asia Tenggara, Asia Utara, Asia Timur Laut, Amerika Utara, Wilayah Karibia, Amerika Tengah, Amerika Selatan serta Afrika.

Kedaulatan Pangan

Konferensi La Via Campesina Internasional yang ke-4 diadakan pada Sao Paulo, Brazil, tahun …. Tujuan umum berdasarkan konferensi ini adalah buat mengembangkan interaksi antara organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan para petani sebagai akibatnya mereka memiliki kecenderungan visi mengenai bentuk usaha dan siapa versus mereka; buat membuat suatu lompatan dalam interaksi internal dan eksternal mereka sendiri pada melawan situasi internasional.

Dalam konteks ini, info kedaulatan pangan sebagai info yg paling krusial buat mengerti proses-proses pengorganisasian global petani. Kedaulatan pangan merupakan hak yang menyatakan bahwa semua orang berhak buat mendefinisikan kebijakan sistem pertanian & kebijakan pangan mereka tanpa adanya pengaruh dari negara lain. Definisi ini adalah definisi politis krusial yg oleh La Via Campesina sudah disetujui dalam pertemuan World Food Summit pada tahun 1996,- yg berseberangan dengan konsep ?Keamanan Pangan? FAO.

Saat ini para petani global menghadapi contoh ekonomi yg berdasarkan pada konsentrasi kekayaan dan kekuasaan yg membuat berakhirnya kemerdekaan & keamanan pangan secara terkenal diseluruh dunia; matinya keanekaragaman budaya & ekosistem-ekosistem yg sudah menyangga kehidupan di planet kita ini. Lantaran alasan ini, La Via Campesina tidak melupakan bahwa prioritas petani baik pria maupun wanita adalah buat membentuk kuliner yang sehat, bebas berdasarkan organisme yang telah dimodifikasi secara genetic (GMOs) & tidak terlibat dari kepentingan perdagangan yg Mengganggu yg diberikan sang WTO.

Oleh karena itu, kedaulatan pangan menandakan partisipasi aktif dari gerakan-gerakan petani dalam proses mendefinisikan sistem pertanian mereka & kebijakan-kebijakan pangan yg mana kapasitas produksi pangan berdasarkan berdasarkan sistem produksi yg majemuk yg akan menjamin kedaulatan dan kemandirian pangan penduduk global. Pada kenyataannya, perkara pelik ini semakin hari semakin problematik. Terlebih dengan adanya pertentangan yang semakin meruncing seperti adanya konvensi perdagangan bebas.

Dengan nir adanya pajak dan ketiadaan kebijakan kuota berdasarkan pemerintah, produksi petani lokal kita harus bersaing harga menghadapi gempuran produk petani luar yang tiba. Sulit buat memenangkan persaingan ini lantaran kapital mereka lebih besar sehingga produk mereka bisa dijual menggunakan harga relatif lebih murah. Ditambah lagi menggunakan perdagangan berlandaskan politik dumping, harga produk pertanian pada global sekarang dijual menggunakan harga lebih rendah daripada harga produksinya. Hal ini adalah salah satu penyebab kesulitan buat pertanian keluarga pada semua global.

Sebagai insan, menjadi organisasi dan sebagai petani, ada senjata-senjata yang bisa dipakai buat melawan setan kapitalisme. Kemampuan buat memegang kendali atas benih, bebas dari pestisida & pupuk kimia menjadi galat satu kunci krusial menuju ke arah kedaulatan pangan. Untuk meraih sukses pada semua hal-hal ini, para petani yang bergabung dalam La Via Campesina merasa amatlah perlu buat mengorganisir diri dan menciptakan gerakan dunia. Kemampuan untuk mengorganisasir diri tidak dapat diprivatisasi & akan terus sebagai hak yg dimiliki oleh setiap orang pada dunia.

(Sumber: www.Viacampesina.Org, ditulis sang Oda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *