Editorial Edisi 2
By: Date: October 17, 2018 Categories: Uncategorized

Perjuangan perempuan telah berlangsung sepanjang sejarah. Cukup banyak momentum dibuat untuk mengenang perjuangan tadi. Masyarakat Internasional merayakan Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret. Di Indonesia, Hari Kartini diperingati setiap lepas 21 April, meskipun maknanya kerap direduksi berdasarkan mengenang usaha Kartini buat emansipasi perempuan sebagai sekedar ajang aksi menggunakan berkebaya. Pada Pemilu, 5 April 2004 yg akan datang, untuk pertama kalinya setiap partai wajib mencalonkan sedikitnya 30% perempuan .

Lantaran itulah dalam edisi spesifik Pro:aktif kali ini diangkat berbagai artikel menggunakan tema seputar wanita. Pertama, dalam perkara kita diulas Mengapa hanya sedikit wanita yg menjadi aktivis? Artikel ini dijawab pada artikel yang ke 2 yaitu Pergulatan & dialektika Ibu-ibu Aktivis. Berlanjut dalam Profil ditampilkan bagaimana Ibu-ibu aktivis tadi memaknai keibuan mereka. Media kali ini mengangkat setidaknya 2 media yg terkait dengan informasi wanita. Pertama sebuah resensi film berjudul Jual-Beli perempuan & Anak produksi Yayasan Jurnal Perempuan dan ke 2, sebuah ulasan jurnal bertema Perspektif Gender pada Pendidikan, yg diterbitkan jua sang Yayasan Jurnal Perempuan. Dalam ulasan mengenai Pendidikan Politik Melalui Komik dapat ditinjau bahwa masih masih ada bias gender dalam pemilihan tokoh-tokohnya. Terkait menggunakan pemilu, kami bagikan pula pengalaman jalan-jalan seseorang staff Kail pada mengkoordinir fasilitator buat voters education buat perempuan pada beberapa kota di Indonesia bulan Pebruari dan Maret 2004 yang kemudian. Dan akhirnya dalam opini ditampilkan Diskursus Pekerja Perempuan & Upah Rendah, sumbangan berdasarkan Maria Clara Neti Veronica dari CSIS.

Tak lupa kami sajikan kegiatan-aktivitas Kail pada bagi-bagi cerita dan agenda. Bagi anda yg sudah lelah beraktivitas, dan merasa kaki anda pegal-pegal, jangan lewatkan tips buat Mengatasi kaki pegal & telapak kaki pecah-pecah. Akhirnya, sehabis anda cukup santai, silakan buka rubrik pikir yang mengangkat masalah perbedaan gaya belajar dan pengaruhnya pada disparitas tindakan kita.

Selamat membaca,

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *