[MEDIA] Jual-Beli Perempuan dan Anak – Resensi Film
By: Date: October 21, 2018 Categories: Uncategorized

Judul : Jual-Beli Perempuan dan Anak.

Tahun : 2003

Produksi : Yayasan Jurnal Perempuan

Produser & Sutradara : Gadis Arivia

Jurnalis : Deedee Achriani, Gadis Arivia, Himah Solihah

Isu perdagangan perempuan dan anak semakin berfokus dibahas. Pemerintah, khususnya Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, menanggapi berita ini menggunakan mengeluarkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Perdaganangan (Trafiking) Perempuan dan Anak, dan waktu ini sedang merancang Undang-Undang Penghapusan Trafiking. Sementara itu di taraf masyarakat, banyak sekali organisasi dan forum turut menangani berita tersebut dengan melakukan penelitian dan sosialisasi. Yayasan Jurnal Perempuan galat satu lembaga yang selama ini bergerak buat pemberdayaan perempuan , melakukan peliputan ke Kalimantan Barat dan pulau Batam buat mendokumentasikan berbagai bentuk dan masalah perdagangan wanita dan anak. Hasilnya dikemas pada bentuk film dokumenter berdurasi sekitar 60 mnt dan dalam format rona hitam putih.

Bentuk-bentuk perdagangan perempuan dan anak yang diliput adalah penjualan bayi, jual beli anak & wanita buat tujuan seks komersial, buruh migran tak berdokumen resmi, & pengantin wanita pesanan buat laki-laki rakyat negara asing. Melalui film ini bisa disimak kisah para korban, menyorot akar konflik yang menyebabkan mereka terjebak sebagai korban, & harapan para korban buat bangkit sebagai survivor. Ada jua serangkaian wawancara dengan para calo, mucikari, pekerja LSM yang menangani masalah-masalah perdagangan, & pejabat daerah, sebagai akibatnya bisa ditangkap pemahaman yg menyeluruh mengenai rantai perdagangan dan sikap para pihak yang terlibat.

Film ini sangat cantik buat ditonton karena nir saja artistik pada penggarapannya, namun pula merupakan film dokumenter yg cukup komprehensif mengangkat isu perdangangan dari perspektif korban & cocok dipakai menjadi alat penyadaran atau kampanye penghentian perdagangan wanita & anak. (Sinta Situmorang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *