[MEDIA] Pendidikan Politik Melalui Komik
By: Date: October 24, 2018 Categories: Uncategorized

Pasca reformasi , ajang pemilu seringkali digunakan buat meluncurkan banyak inovasi baru buat melakukan pendidikan politik rakyat, salah satunya dalam hal media penyampaiannya. Dalam lingkup media cetak, komik sebagai pilihan menarik. Pasalnya, masyarakat kebanyakan masih belum akrab dengan kabar naratif.

Pemilu tahun juga diwarnai banyak sekali bisnis buat melakukan sosialisasi pemilu sekaligus melakukan pendidikan politik pada bentuk komik, misalnya yang dilakukan oleh Unisosdem dan Rindang Banua . Unisosdem memproduksi komik berjudul ?Ketika Harus Berdemokrasi?, Rindang Banua memproduksi komik yang berjudul ?Jangan Bingung !!!?.

Komik menyajikan gambaran visual yang berperan mengurangi beban memahami informasi, sekaligus menambah daya tariknya. Penyampaian warta dalam kalimat pendek-pendek dan transformasi hubungan antar konsep sebagai sebuah alur cerita, bila dilakukan dengan baik, akan sangat membantu pembaca dalam buat memahami berita yg disampaikan.

Di sisi lain seluruh nilai positif itu menaruh pekerjaan tambahan, terutama menurut segi seni gambaran & membuat cerita. Untuk itu kita perlu membangun kerjasama yang baik dengan para seniman. Ketidakmauan menciptakan kerjasama dengan seniman telah relatif banyak membuat komik-komik yang sarat kabar namun miskin pada seni penyampaian (alias ?Garing?).

Dari segi penggarapan visual kedua komik ini tampil relatif baik. Komik Unisosdem memang tampak lebih rapi, tetapi ini hanya perbedaan gaya saja & efektivitasnya kemungkinan tidak terlalu jauh.

Unisosdem tempaknya berusaha menyampikan fakta yang lebih konseptual, yaitu sebelas pilar demokrasi, sehingga bisa berperan menaruh pendidikan politik yang lebih luas & berdampak panjang. Sedangkan, Rindang Banua lebih penekanan pada pengenalan sistem pemilu.

Pilihan Unisosdem untuk menyajikan keterangan yang lebih konseptual membuat lebih sulit buat konsisten pada penyampaian warta secara pendek-pendek. Pada beberapa page, informasi disampaikan pada kalimat yang panjang sehingga lebih sulit dipahami. Seharusnya ini bisa dihindari menggunakan melakukan distribusi kabar yg lebih merata pada sepanjang alur cerita.

Hal yg agak disayangkan berdasarkan kedua komik ini merupakan kurangnya keseimbangan gender dalam menampilkan tokoh-tokohnya. Masih nampak bertenaga penguasaan tokoh lelaki. Demikian juga, latar belakang budaya yang ?Jawa Tengah Sentris?, bahkan pada komik Rindang Banua yg sebenarnya mengambil lokasi cerita maupun penyebaran komik di Kalimantan. Atau, mungkin ini memang cerminan dari syarat bangsa dan negara kita selama ini ?

Terlepas berdasarkan berbagai permasalahan ada, komik-komik ini adalah inisiatif yang layak disambut dan dipelajari beserta. Ini krusial buat terus menaikkan kemampuan para aktivis pada melakukan komunikasi publik, yang semakin disadari pentingnya supaya kita sebagai aktivis nir terjebak pada permainan ?One man show? Lagi.

————

1 Unisosdem : Uni Sosial Demokrat merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat peduli politik pada Indonesia, yg bertindak menjadi mitra warga demokrasi bagi semua gerombolan , baik yang berorientasi politik juga non politik yang peduli & memperjuangkan terwujudnya demokrasi pada segala bidang kehidupan

2 Rindang Banua : Yayasan Perhimpunan Rindang Banua merupakan yayasan yang didirikan oleh sekelompok orang di Jakarta dengan latar belakang majemuk agama dan suku, tetapi mempunyai kepedulian terhadap Masyarakat Kalimantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *