[PROFIL] Menjadi Penulis Buku Anak? Senangnya!
By: Date: October 25, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh : Eugenia Rakhma

Sekarang ini, buku bacaan untuk anak-anak sangat mudah ditemukan. Jenisnya pun beragam. Dari mulai buku bergambar (pictorial book), buku berilustrasi (illustrated book), sampai novel anak.

Menulis buku anak, terutama bagi pembaca usia dini (2-5 tahun) adalah hal yang mudah sekaligus sulit. Mudah karena alur ceritanya sederhana, teksnya tidak terlalu panjang, dan tokohnya pun hanya sedikit. Anda cukup terlibat menggunakan global anak-anak, mengetahui ketertarikan mereka, kemudian menuangkannya ke dalam sebuah cerita.

Sebelum fokus terjun ke dunia menulis, aku adalah pengajar taman kanak-kanak. Maka relatif gampang bagi aku buat menuliskan buku seri pertama aku yg berjudul Benji. Berpegang pada pengalaman sehari-hari beserta anak-anak, mengetahui jangkauan tema tiap usia, & sasaran belajar mereka, saya pun menyusun kitab pertama saya.

Gambar buku Benji

Misalnya, kitab Benji & Teman-Teman menceritakan keseharian Benji, bocah pria berusia 4 tahun beserta teman-temannya saat pada sekolah. Melalui cerita ini, pembaca usia dini diajak buat mengamati disparitas fisik antara Benji dan teman-temannya. Ada yg bertubuh tinggi, bermata sipit, berambut lurus, hingga berkulit gelap. Tetapi, rupanya perbedaan itu nir sebagai masalah. Di sekolah, mereka mau bermain beserta, saling membuatkan mainan – bahkan pula bekal , serta menyapa menggunakan bahasa yang sopan.

Contoh halaman dalam seri Benji dan Teman-Teman

Meski alur cerita dan bahasa yang digunakan sederhana, seringkali justru di sanalah letak kesulitannya – bagaimana menyederhanakan cerita agar sesuai untuk para pembaca usia dini. Ya, saya memang telah mengetahui keseharian mereka. Saya pun telah memegang target belajar agar isi cerita sesuai dengan perkembangan mereka, namun seringkali sebagai penulis dewasa saya terlalu asyik menulis. Saya melupakan bahwa pembaca saya masih memiliki keterbatasan bahasa dan pemahaman. Maka, saya harus selalu mengingatkan diri agar memakai kacamata seorang anak. Memposisikan diri sebagai anak-anak saat menulis agar cerita dapat dipahami pembaca.

Tentu saja kitab Benji pada akhirnya bukan hasil kerja aku sendiri. Selesai menulis naskah & mengirimkannya dalam salah satu penerbit, saya menunggu keputusan buat diterbitkan hampir dua tahun lamanya. Setelah warta baik itu datang, aku beserta tim menurut Penerbit Bhuana Ilmu Populer-Gramedia bekerja keras mewujudkan Benji. Mulai dari merevisi naskah, membuat gambaran, merevisi balik , kemudian re-design rapikan letak sampai buku Benji siap naik cetak. Meski prosesnya terhitung lama , hampir satu tahun, aku menikmatinya. Pak Yogi & Mbak Vidya selaku editor menggunakan senang hati memberi masukan agar naskah Benji lebih sinkron menggunakan target pembaca. Sama halnya menggunakan ilustrator Benji, Mbak Nita, yang selalu memberi pandangan menurut sisi ilustrasi agar tercipta keseimbangan antara teks dan gambar. Terakhir, Pak Sul Nugroho & Mbak Amygo Febry yg memperbaiki rapikan letak & mengecek kesesuaian gambar menggunakan sasaran usia pembaca.

Saat ini aku tidak lagi mengajar, namun aku terus menulis, khususnya buat pembaca anak-anak. Di pertengahan jalan, aku menemui kesulitan untuk tetap terlibat dalam global anak-anak. Beruntung, aku dipertemukan dengan teman-sahabat yg mempunyai passion pada global anak-anak. Maka kini , selain menulis, kegiatan primer saya merupakan menjadi relawan beserta mereka.

Setiap kali orang-orang bertanya, ?Susah tidak sih jadi penulis buku anak-anak?? Saya selalu menggeleng. Menulis buat anak-anak itu menyenangkan. Seperti kekhasan dunia anak-anak yang selalu mengajak kita buat bermain sambil belajar pada dalamnya, maka sembari menulis sebuah kitab , saya permanen memiliki ketika buat bermain. Kalaupun dibilang kesulitan, itu lebih pada faktor internal. Semangat diri buat terus belajar, terus peka terhadap kebutuhan anak-anak, dan terus membuatkan cara-cara menuliskan cerita supaya menarik & mudah dipahami, sesulit apapun tema yg ingin disampaikan. Saya pikir, dunia anak-anak merupakan global yang amanah & sederhana. Dunia yg penuh rasa ingin tahu dan impian buat belajar. Dunia yang menuntut orang dewasa yang terlibat pada dalamnya untuk ikut tahu & membantu memfasilitasi rasa ingin memahami mereka. Dan saya bersyukur dapat membagikan pengalaman-pengalaman belajar beserta mereka ke dalam sebuah kitab .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *