[PIKIR] Ketika Menjadi Aktivis Adalah Hobi
By: Date: November 1, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Tarlen Handayani

Memasak: salah satu jenis hobi

Hobi seperti apakah yang cocok untuk para aktivis? Pertanyaan ini muncul ketika saya diminta menulis soal hobi untuk para aktivis untuk laman ini. Saya kira, siapa pun, dari latar belakang apapun, baik aktivis maupun bukan, bisa bebas memilih hobi untuk dijalaninya. Karena hobi adalah pilihan bebas. Ia menjadi aktivitas yang dikerjakan dengan senang hati di waktu luang. Apapun bentuk kegiatannya, selama aktivitas itu bisa memberikan kesenangan bisa disebut hobi.

Sebelum mengungkapkan bagaimanakah hobi buat para aktivis ini, aku akan terlebih dahulu membicarakan soal hobi, terutama yg hobi yg adalah keterampilan tangan. Selain menaruh kesenangan, aktivitas ini mampu melatih kemampuan motorik & keahlian dalam menciptakan sesuatu. Misalnya saja menjahit, merajut, automotif, pertukangan, apapun kegiatan yg membutuhkan keterampilan tangan.

Banyak orang merasa, aktivitas ini terlalu bikin capek buat dilakukan, membuang ketika, tenaga, uang & tidak ada gunanya, karena pekerjaan jauh lebih krusial menurut aktivitas pada waktu luang. Tapi banyak pula yang kemudian justru waktu menekuni hobi, pekerjaan sebagai nir lagi menarik bahkan sering hobi menggantikan pekerjaan. Sebenarnya, nir harus seekstrem itu. Banyak pula yg kemudian bisa menemukan keseimbangan berdasarkan pekerjaan dan hobi pada ketika luang. Hobi menjadi penyeimbang, saat hayati nir hanya melulu soal pekerjaan.

Jika ditelisik lebih jauh, hobi bukan sekedar masalah mengisi saat luang. Ada banyak kesempatan untuk belajar mengaktualisasikan diri lewat kegiatan hobi. Sejak menentukan hobi apa yang kita sukai buat dijalani, itu misalnya menemukan sebagian ?Jati diri?. Lantaran poly aktivitas hobi yang mencerminkan minat, talenta, karakter serta kepribadian kita. Misalnya, buat orang yang menyukai anggaran, akal dan pengulangan, merajut mungkin cocok buat dilakukan. Sementara buat orang yg senang kebebasan dan aktualisasi diri senang-senang, menciptakan kolase mungkin lebih mampu dinikmatinya.

Lewat hobi, kita jua belajar menciptakan ide dan gagasan dan mengeksekusinya menjadi sesuatu yg nyata. Bahkan bukan sekedar hukuman, karena dalam perjalanannya, mencoba dan gagal sebagai hal yg lumrah terjadi. Ketika kita punya ilham membuat baju hangat rajutan. Kita akan membayangkan bentuknya, mencari polanya lalu mulai merajutnya. Meski sering hasilnya meleset berdasarkan yang kita bayangkan. Pilihan indera yg nir tepatlah, keliru memilih bahan dan membaca pola, poly penyebab yang menciptakan output tidak sesuai harapan.

Namun bagi orang-orang yg menekuni hobi, asa yg tidak sinkron dengan fenomena ini, tidak membuat patah semangat. Lantaran ada kecintaan, antusiasme serta loyalitas pada aktivitas seperti ini. Ketika gagal, bukan berarti menyerah, tetapi jadi semangat buat mencoba kembali sampai menemukan output yang diperlukan. Bahkan tak jarang, hasil bukanlah tujuan, namun proses mencoba, gagal lalu berhasil itu yang menciptakan kegiatan di waktu luang ini menjadi penyeimbang pelipur stres. Lewat hobi, kita sanggup mengasah daya tahan kita buat mencoba terus dan bangkit berdasarkan kegagalan. Hal yg seringkali ditemukan, berdasarkan proses mencoba terus ini, kita seringkali menemukan cara yang lebih tepat & efisien saat mengeksekusi gagasan. Karena ketahanan yg terbangun, memberi kesempatan pada kita buat menganalisis dan merevisi kesalahan-kesalahan.

Hobi juga kerap mengajarkan para pelakunya menghargai jerih payah diri sendiri dari karya sesederhana apapun itu. Lantaran kita memahami, pada balik sebuah hasil yg terlihat sederhana, kerapkali prosesnya tidaklah sederhana bahkan nir jarang sangatlah rumit. Ketika kita sanggup mengapresiasi diri sendiri, tentunya akan lebih mudah bagi kita buat mengapresiasi karya orang lain.

Hobi juga membuat kita bisa lebih mengapreasi waktu. Setiap orang memiliki waktu yang sama 24 jam. Tidak ada yang diberi waktu lebih dari itu. Tapi mengapa ada orang yang bisa meluangkan waktu untuk hobi dan tidak? Karena sesungguhnya waktu luang adalah ‘state of mind’, kesadaran dan cara kita memandang waktu itu itu sendiri. Selalu ada yang luang di antara yang penuh, selalu ada jeda di antara waktu yang berhimpitan. Persoalannya ada pada: apakah kita bersedia memanfaatkan jeda dan keluangan itu untuk menjalankan hobi kita?

***

Berkaitan menggunakan pertanyaan awal di tulisan ini, soal hobi buat para aktivis, sesungguhnya pertanyaan yang menarik bukan misalnya apa kegiatan yang cocok sebagai hobi para aktivis ini. Bayangkan bila aktivisme adalah aktivitas yg bertujuan buat membentuk perubahan sosial & politik & dilakukan oleh para aktivis ini dilakukan dengan semangat hobi, mungkin saja hasilnya akan sangat tidak sama, ketimbang dilakukan sebagai pekerjaan.

Bayangkan, upaya-upaya perubahan dilakukan dengan penuh senang cita, pengabdian , rasa cinta, daya tahan buat nir menyerah waktu gagal dan tentunya semangat buat terus mencoba dan menemukan metode yg tepat. Juga waktu perubahan nir melulu sesuatu yang besar dan hebat. Dengan semangat hobi, upaya-upaya kecil, sederhana & tampak nir heroik tetapi mempunyai ketahanan & konsistensi buat terus menerus dilakukan, sanggup sebagai pondasi kuat berdasarkan upaya perubahan itu sendiri. Apalagi pada era ketika media sosial menjadi anjung eksistensi yg riuh, perubahan sederhana pada hening justru seringkali kehilangan apresiasi.

Jika buat mencapai perubahan setiap orang sanggup melakukannya dengan caranya masing-masing, itu berarti setiap orang bisa menyebut dirinya sebagai aktivis. Apapun yang kita lakukan pasti memiliki pengaruh pada seluruh sendi kehidupan. Dan itu merupakan jua, bahwa perubahan bisa dilakukan setiap hari, setiap ketika, pada ketika luang maupun dalam saat yg penuh, selama terdapat dalam pencerahan bahwa sekecil apapun yg kita lakukan mampu berkontribusi pada perubahan.

Jadi apabila ditanya hobi seperti apa yang cocok buat para aktivis? Jawabannya sanggup jadi, menjadi aktivis adalah hobi itu sendiri.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *