[PROFIL] Ridwan Kamil dan Visi Sehat Untuk Kota Bandung
By: Date: November 23, 2018 Categories: Uncategorized

Setiap insan ingin dikaruniai tubuh & jiwa yg sehat. Lantaran dalam syarat sehat, insan sanggup menghasilkan karya, sebagai produktif. Tetapi,manusia tidak tinggal sendiri. Kesehatan seseorang pula dipengaruhi sang lingkungan maupun kota loka tinggalnya.

Sebuah kota yg sehat perlu didukung sang ekuilibrium sosial, budaya, lingkungan hidup dan regulasi yang mendukung gaya hayati sehat warganya. Mewujudkan kota yang sehat, tak tanggal menurut partisipasi setiap rakyat kota, serta itikad baik berdasarkan pejabat pemerintah yang berwenang. Keduanya akan menjadi klop jika dijalankan menggunakan kepemimpinan yg memiliki visi bertenaga buat sebuah kota yang bersih, sehat dan teratur.

Kita bisa ambil model kepemimpinan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew dalam memberlakukan peraturan tentang kebersihan & ketertiban di Singapura. Berkat kepemimpinan dia, Singapura dijuluki sebagai kota terbersih di dunia.

Bagaimana menggunakan kota kita sendiri, Kota Bandung?

Kota Bandung yang populer menggunakan hawa sejuknya, & digemari oleh wisatawan lokal maupun internasional berkat daya tarik wisata budaya, sejarah juga kulinernya, sekarang memasuki periode baru. Di penghujung 2013 yang lalu, seorang pemimpin Kota Bandung sudah dilantik. Ia dianggap sang warga Kota Bandung berkat visi & misi menjadikanBandung Juara, yaitu kota Bandung menjadi kota yang baik, sehat dan berkelanjutan.

Sang Walikota itu adalah Ridwan Kamil. Seorang yang sederhana dan bersahaja, tetapi mempunyai mimpi besar buat berakibat Bandung sebagai kota kelas dunia dan sinkron menggunakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Ridwan Kamil

Kang Emil, begitu beliau biasa dipanggil, merupakan seorang arsitek yang sangat peduli pada konsep pembangunan kota yang berkelanjutan. Sebelum terpilih menjadi  WalikotaBandung periode 2013-2018, ia telah memiliki prinsip-prinsip pembangunan kota yang memperhatikan aspek-aspek sosial, budaya dan lingkungan hidup.Menurutnya, sebuah kota yang sehat adalah kota yang merangsang warganya untuk keluar dari petak-petak rumah pribadi mereka dan menghabiskan waktu di ruang-ruang terbuka yang tersedia.

Sumber foto: www.Bandung.Usaha.Com

Berdasarkan keberpihakan itu, sepak terjang sudah dilakukannya di beberapa titik di pelosok Indonesia. Salah satunya, Kang Emil pernah berperan menjadi konsultan pada penataan Kota Surabaya, pada masa kepemimpinan walikota Bambang Dwi Hartono (tahun 2002-2010).

Prinsip-prinsip yang dipegangnya dalam pembenahan kota Surabaya, pertama, proporsi ruang terbuka hijau (RTH) & bangunan harus berbanding 30 : 70. Menurut Kang Emil, daya dukung sebuah kota terhadap kesehatan warganya akan menjadi aporisma dalam perbandingan tersebut.

Skema Pembangunan Berkelanjutan. Sumber: www.Beranda.Miti.Or.Id

Kedua, sebuah kota dibangun seiring dengan membentuk gaya hayati. Regulasi yg lemah dalam ketidaktertiban akan melahirkan gaya hayati rakyat yg seenaknya pula. Oleh karenanya, bila ingin warga sebuah kota menjalani perilaku hayati sehat, maka perlu diciptakan regulasi-regulasi yg memaksa warganya menunjuk ke perilaku yg diinginkan. Misalnya menggunakan melakukan pemberlakuan tarif parkir maupun pajak tunggangan bermotor yg cukup tinggi. Karena menggunakan demikian, orang-orang akan lebih suka berjalan kaki maupun menggunakan angkutan generik.

Ketiga, sebuah kota hendaknya mampu menginformasikan visi yang jelas kepada warganya. Kelima, kota yang sehat adalah kota yang memiliki political willyang baik dari para pemimpinnya. Berdasarkan prinsip yang dipegangnya itu, Kang Emil sukses membantu pemerintah Kota Surabaya mengatasi keruwetan masalah di kota tersebut.

Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan tampaknya sudah menyatu sedemikian rupa pada kehidupan Kang Emil, yang tercermin pada refleksi yg beliau tuliskan di blog pribadinya, juga dalam setiap perannya di famili & warga .

Contoh kiprah Kang Emil dalam mewujudkan kota atau pemukiman yang sehat bisa kita lihat di daerah Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler. Orang-orang mengenal daerah itu, Blok Tempe. Di wilayah itu, dia berafiliasi dengan rakyat mengatasi kasus banjir, dengan bersama-sama membentuk sumur resapan pada beberapa titik. Ia pula menggalang dana buat kemudian dibelikan tanah yg digunakan sebagai huma bermain anak-anak. Anak-anak yang sehat merupakan anak-anak yang memiliki ruang cukup untuk bermain pada alam terbuka.

Sumber: www.Ridwankamil.Net

Kita jua dapat melihat contoh gaya hayati sehat yang berprinsip nol sampah, melalui desain rumah tinggal pribadinya pada daerah Cigadung, yang terbuat berdasarkan ribuan botol bekas.

Kini, setelah dilantik, Kang Emil pun menetapkan program-acara harian, misalnya menetapkan hari Selasa Tanpa Rokok dan hari Jumat Bersepeda. Dan ini bukan sekedar program di atas kertas. Dalam kesehariannya sebagai walikota Bandung, beliau nir mengendarai kendaraan menggunakan kendaraan beroda empat dinas menuju loka kerjanya, melainkan menggunakan sepeda. Ia benar-benar-benar-benar ingin meneladani gaya hayati sehat menggunakan bersepeda.

Sumber foto: www.Republika.Co.Id

Sebagai rakyat Bandung, kita pula telah menyaksikan bagaimana taman-taman kota mulai pada-revitalisasi. Hal ini adalah gebrakan Kang Emil dalam mewujudkan kota yang sehat melalui perbanyakan ruang terbuka hijau pada kota Bandung.

Sejumlah planning pembangunan kota Bandung sudah digeber sang Sang Walikota Ridwan Kamil. Pembangunan Gedebage Teknopolis adalah bagian dari rencananya buat membagi beban derita Kota Bandung, karena selama ini baik pusat pemerintahan, wisata maupun perekonomian terletak pada bagian tengah kota. Ia merencanakan buat memindahkan sentra pemerintahan kota Bandung ke Gedebage. Dengan demikian, arah pembangunan kota menjadi lebih seimbang.

Bandung Skywalk jua adalah rencana Kang Emil yg akan direalisasikan di tahun 2014 ini. Ia adalah jembatan bagi para pejalan kaki, yang menghubungkan jalan Cihampelas dengan jalan Taman Sari. Dengan dibangunnya jembatan ini, orang yg hendak berjalan-jalan ke Cihampelas tidak perlu mengendarai motor & mobil, relatif memarkir tunggangan mereka di jalan Taman Sari, lalu berjalan kaki melalui jembatan Bandung Skywalk ini.

Jika memang sahih jembatan ini terlaksana, maka masyarakat kota Bandung dapat menghemat bahan bakar, sehingga mengurangi polusi asap kendaraan bermotor. Selain itu, masyarakat kota Bandung mendapatkan wahana hiburan dan olahraga yang gratis dan menyehatkan, yaitu berjalan kaki melalui jembatan Bandung Skywalk ini.

Jalan panjang pembangunan kota Bandung yang sehat dan berkelanjutan membentang pada depan sana, bagi Sang Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Akankah seluruh rencana dia bisa terealisasi? Mari kita dukung sepak terjang dia dalam mewujudkan kota Bandung yang higienis, sehat dan teratur!

(Ditulis berdasar kajian media)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *